DPRD Kaltim Geram, Tim Pansel Calon Direksi Perusda Dinilai Tertutup

Bahar : Apa Sih Yang Bikin Susah Untuk Memunculkan CV Mereka

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Perdebatan terjadi di dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar oleh Komisi 2 DPRD Kaltim bersama Biro Ekonomi Pemprov Kaltim dan Tim Panitia Seleksi (Pansel) Rekrutmen Direksi dan Komisaris Perusda, Senin (5/4/2021) sore.

Kedua belah pihak telibat adu argumen, dikarenakan Biro Ekonomi Pemprov Kaltim dan Tim Pansel Rekrutmen Direksi dan Komisaris Perusda yang enggan membuka Curriculum Vitae (CV), atau latar belakang dari Ke-55 calon petinggi Perusda yang telah lolos dalam tahap administrasi dan tes kejiwaan.

“Harapan kami ini sebenarnya, ‘kan juga harapan dari rakyat Kaltim. Sehingga kami di Komisi 2 meminta, agar jangan ada yang sampai tidak dipublikasikan dalam proses rekrutmen ini,” ungkap Baharuddin Demmu, Wakil Ketua Komisi 2 ketika dikonfirmasi DETAKKaltim.Com usai RDP.

Bahar sapaan akrabnya, mengaku sangat kecewa atas sikap Tim Pansel yang disebutnya memilih untuk tertutup menyampaikan latar belakang dari Ke-55 calon Direksi dan Komisaris Perusda milik Pemprov Kaltim tersebut.

“Saat kami minta CV saja, itu mereka bilang harus minta izin dulu ke Sekda. Memang koordinator mereka kan memang Pak Sekda. Saya bilang ya seharusnya yang datang dirapat ini sudah diberikan mandat toh, jadi nggak perlu lagi lapor begitu,” ucap politis PAN menyampaikan hasil dari pertemuan tersebut.

Kendati tak mendapatkan kesempatan untuk mengetahui latar belakang dari para calon Direksi dan Komisaris Perusda, namun Komisi 2 tetap memilih untuk menunggu selama 2 hari. Apabila dalam batas waktu tersebut Tim Pansel tak juga menyampaikan latar belakang dari para calon Direksi, maka dapat dipastikan tidak ada transparansi dalam proses rekrutmen tersebut.

“Apa sih yang bikin susah untuk memunculkan CV mereka. Kenapa tidak bisa dipublikasikan. Saya hanya minta, agar tim seleksi bisa mempublikasikan sendiri supaya publik bisa menilai. Tapi ini kan tidak. Ini apa-apan, itulah saya bilang rekrutmen ini tidak transparan,” cetusnya.

Dengan tidak transparannya Tim Pansel Rekrutmen Direksi Perusda kepada Komisi 2, Bahar akhirnya menduga kalau ada permainan di dalam proses seleksi tersebut.

“Malah kalau tidak dibuka seperti ini, saya curiga mereka ini ada saling hubungannya,” ucapnya.

Bahar menegaskan, bahwa transparansi adalah kunci agar tidak ada lagi “main-main” di dalam proses rekrutmen Perusda.

“Kenapa ini menjadi penting bagi kami, karena ini menggunakan dana publik, seharusnya bisa transparanlah. Kalau mau dianggap baik. Sudah banyak bermasalah kok, jadi mau main apa lagi di Perusda,” sambungnya.

Politisi Partai Amanat Nasional itu mengatakan, proses seleksi kali ini seharusnya bisa menjadi momentum untuk dapat membenahi dan bersih-bersih di tubuh Perusda. Transparansi dalam proses seleksi dikatakannya, salah satu dari mencegah adanya tindak pidana korupsi.

“Komisi 2 ini tidak mau macam-macam kok, kami hanya ingin supaya ada kontribusi PAD yang lebih besar ke depannya. Jangan masalah (korupsi) saja yang dikasih, ‘kan begitu,” ucapnya.

Lebih lanjut Bahar mengungkapkan, tidak hanya rekan sejawatnya di Komisi 2 saja yang tak mendapatkan berkas CV dari para calon Direksi Perusda. Namun juga dari pihak Tim Pansel Independen.

“Yang menarik tadi juga telah disampaikan Pak Prof Aji, selaku Timsel independen. Dari jam 10 pagi tadi dia juga sudah minta, tetapi sampai sekarang belum mendapatkan. Ini yang menjadi menarik, kenapa seorang penilai independenpun belum dapat CV atau latar belakang dari 55 calon yang sudah lolos tes administrasi dan kejiwaan,” kesalnya.

Iapun mengungkapkan jika hal Itulah yang menjadikan suasana menjadi penuh perdebatan. Karena mereka tidak mau membuka CV para calon.

“Kalau mereka tidak mau membuka, kami juga tidak ada masalah kok. Kalau nantinya juga sudah terpilih kami Komisi 2 juga tetap melakukan fungsi pengawasan.” pungkasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Nazrin Kepala Biro Ekonomi Pemprov Kaltim enggan bicara banyak menyampaikan hasil dari pertemuan dengan Komisi 2 DPRD Kaltim.

“Intinya sampai sekarang ini masih berproses seleksi,” ungkapnya.

Lanjut Nazrin, bahwa proses seleksi kini sudah selesai di tahap penilaian hasil dari tes asesmen dan kejiwaan. Rencananya Selasa (6/4/2021), para calon Direksi Perusda dijadwalkan untuk menyampaikan makalah ke Tim Pansel Rekrutmen Direksi Perusda.

“Kemudian kita berikan waktu dan ada batasnya. Nanti sampai tanggal 7 – 8 ada tes lagi,” terangnya.

Disampaikan Nazrin, seleksi Direksi Perusda ini diikuti sebanyak 176 orang pendaftar. Dari jumlah itu, ada yang telah gugur di tahap administrasi dan ada juga yang telah gugur dites kejiwaan.

“Nanti kita sampaikan lagi ya. Ditunggu aja nanti proses seleksi sudah bisa dilihat di website.” pungkasnya. (DK.Com)

Penulis : Adt

Editor  : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!