Giliran Sarang Gepeng Digaruk Satpol PP Samarinda, Sang Bos Kabur

13 Orang Diamankan Bersama Uang Hasil Meminta-Minta

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA :  Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda terus menunjukkan “taringnya” dalam menegakkan Perda, setelah melakukan pembersihan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menyalahi aturan di Pasar Sungai Dama paginya, Senin (15/3/2021), saat malam mendekati puncaknya giliran sarang Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) yang digaruk.

2 tempat penampungan Gepeng yang terletak di kawasan Jalan Perintis dan Jalan Gerilya Solong, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kaltim, digrebek pada Pukul 23:00 Wita.

Saat penggrebekan di kawasan Jalan Solong, rumah yang tampak sepi tak berpenghuni tersebut terlihat terkunci rapat. Saat petugas datang dan masuk ke dalam rumah penampungan, beberapa Gepeng tampak ketakutan.

Markas Gepengpun mendadak ramai oleh petugas Satpol PP yang berpakaian preman, sebanyak 8 orang diamankan dan 1 unit Motor Matic Honda Scoopy dengan Nopol KT 4089 BX yang masih baru, beserta Uang hasil mereka meminta-minta di daerah pasar-pasar di Samarinda.

Kabid Perundang-Undangan Satpol PP Samarinda Agustianto Mardani menjelaskan, sebelum melakukan penggrebekan di kawasan Jalan Solong, petugas terlebih dahulu mengamankan 4 orang di rumah penampungan di kawasan Jalan Perintis.

“Memang sudah beberapa hari kami pantau di dua lokasi tersebut. Sebelumnya, kami juga berhasil menangkap 1 orang pengemis yang beroperasi di pasar malam. Jadi total Gepeng yang kami amankan 13 orang, kami juga menyita Uang hasil meminta-minta dengan pecahan Rp1.000 hingga Rp100 Ribu, 5 unit Smartphone, dan 1 unit Sepeda Motor,” ucap Agustianto kepada DETAKKaltim.Com.

Berita terkait : Tidak Terima Lapaknya Dibongkar, PKL Ribut Satpol PP Samarinda

Meskipun petugas berhasil mengamankan ke 13 pengemis tersebut, namun koordinator para Gepeng ini berhasil lolos dari incaran petugas.

“Saat kami grebek memang koordinatornya tidak ada di tempat, anak buahnya ini beralibi kalau bosnya sedang keluar sebentar. Tapi saya curiga jika bosnya sudah mengetahui gerak gerik kami terlebih dahulu, sehingga dia melarikan diri,” lanjut Agus.

Sementara dari 13 orang yang diamankan, 1 orang yang bernama Turiyono mengaku jika dia bekerja sebagai tukang antar jemput para pengemis tersebut.

“Saya tugasnya antar jemput saja. Saya baru 3 bulan di sini, mungkin setelah masalah ini selesai saya akan pulang kampung saja dan tidak kembali ke sini,” kata Turiyono.

Selanjutnya 13 orang yang diamankan dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Samarinda untuk dilakukan pendataan lebih lanjut. Petugas juga masih memburu bos Gepeng yang berhasil melarikan diri ketika penggrebekan. (DK.Com).

Penulis : Setyo Wahyu Aditya

Editor : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!