Kehidupan Pelik di Balik Pesona Barista Berparas Cantik

AL DILA NAMIRA seorang gadis berparas cantik dan piawai dalam meracik Kopi ini menjadi daya tarik bagi penikmat Kopi, yang singgah di Kedai Kopi (Rumah Kopi) tempat dia bekerja.

Barista adalah panggilan untuk seseorang yang pekerjaannya membuat dan menyajikan Kopi kepada para penikmat Kopi. Tidaklah mudah untuk menjadi seorang Barista, butuh waktu yang lama bahkan bertahun-tahun untuk menjadi Barista.

Dila (19) panggilan akrabnya, gadis yang masih belia ini harus merelakan masa mudanya berlalu tanpa sempat menikmatinya, sebagaimana gadis kebanyakan seusianya, demi menjadi tulang punggung di dalam keluarganya.

Anak pertama dari pasangan Rahmad Wahyudi dan Sri Fitriani yang bertempat tinggal di Kawasan Teluk Lerong, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), pada bulan September tahun 2018, mengawali karirnya sebagai waitress di sebuah Kedai Kopi yang cukup ternama di Kota Samarinda.

Tidak seperti kebanyakan remaja yang lainnya hidup mengandalkan Uang dari orang tuanya, Dila yang masih belia harus membuang gengsi dan egonya demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

Bapak sakit stroke ringan belum sembuh sampai sekarang, adiku duduk di bangku Sekolah Kelas Tiga SMP, dan yang bungsu mau masuk Sekolah Taman Anak-Anak,” ungkap Dila dengan nada lirih menyampaikan kepada awak media DETAKKaltim.Com saat ditemui di tempat kerjanya, Kamis (4/3/2021) malam.

Dalam kurun waktu satu tahun, karena dengan uletnya mau belajar meracik Kopi dan menyeduhnya dengan benar, pada akhirnya gadis belia yang berambut panjang dengan senyumnya yang manis ini, dipercaya menjadi Barista di tempatnya dia bekerja.

“Alhamdulillah olahan saya dalam membuat Kopi diterima di lidah para pelanggan, dan ditahun 2019 sampai saat ini saya menjadi Barista serta merangkap menjadi Kasir di Kedai Kopi tempat saya bekerja,” imbuhnya.

Pahit getirnya kehidupan tidak membuat seorang gadis belia yang berparas cantik dan imut ini, patah semangat dalam menjalani kehidupan yang siap tidak siap harus dia hadapi, demi menghidupi keluarganya.

Baca juga:  Evaluasi Program Smart City, Kemenkominfo : Peningkatan Samarinda Luar Biasa

Dila juga menyampaikan pesan bagi para muda mudi sebayanya yang berkecukupan, agar mensyukuri kehidupannya.

“Bersyukurlah kalian yang masih bisa merasakan masa-masa remaja tanpa memikul beban berat, harus banting tulang untuk menghidupi keluarga,” ucapnya sebagai penutup perbincangan. (DK.Com)

Penulis : AF

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.