Giliran Warga Bantuas “Banjiri” Anggota DPRD Kaltim Aspirasi Dalam Reses

Nanda Tampung dan Akan Koordinasikan dengan Wali Kota Baru Samarinda

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim Ananda Emira Moeis dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar reses di Kelurahan Bantuas, Samarinda, Rabu (24/2/2021).

Dengan tetap mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19, puluhan warga dan Ketua RT dari beberapa RT mengikuti kegiatan serap aspirasi dari salah seorang anggota Komisi 3 DPRD Kaltim, hasil Pemilu Legislatif 2019 daerah pemilihan Samarinda.

Pada kesempatan tersebut, berbagai masukan dan unek-unek yang disampaikan warga dengan harapan dapat menjadi perhatian dan ada solusi dari DPRD Kaltim.

Ketua RT 05 Bustaman misalnya, ia menyampaikan pembangunan Musolla Al Mubarak yang belum selesai dikerjakan lantaran kekurangan dana. Selain itu, mereka juga meminta pengerjaan jalan yang belum tuntas agar dapat dituntaskan.

Ketua RT 07 Nurudin meminta agar dibangun semenisasi Jalan Taruna sepanjang 500 meter, yang belum selesai dikerjakan. Senada Nurudin, warga RT 06 Suriyansyah juga menyampaikan di daerahnya Gang Rapak, Jalan Pesantren, sekitar 300 meter belum disemenisasi.

“Selama ini swadaya masyarakat untuk perbaikan-perbaikan,” kata Suriyansyah.

Baca juga : DPRD Kaltim Soroti Hasil Evaluasi Kaltim Steril

Selain itu, Ketua RT 04 Merliansyah menyampaikan Kelurahan Bantuas ada 14 RT, tidak memiliki truk sampah selama 33 tahun sehingga meminta dicarikan solusi peminjaman lahan untuk tempat pembuangan sampah, karena tidak ada warga yang bersedia meminjamkan lahannya untuk tempat pembuangan sampah (TPS).

Dalam reses yang digelar setiap 4 bulan sekali tersebut, hadir pula sejumlah kelompok tani. Sindo Pramono, salah seorang anggota kelompok tani menyampaikan perlu dukungan budidaya perikanan.

“Bagaimana kita memunculkan ide-ide motivasi baru yang bermanfaat untuk daerah Bantuas mengatasi permasalahan sampah. Sampah organik/non organik. Sampah organik bisa menjadi maskot untuk olahan ternak,” ungkap dia.

Baca juga:  Komunitas Pers Minta Kapolri Cabut Pasal 2d Dalam Maklumatnya

Tak hanya itu, dia juga ingin ada tempat pengelolaan sampah.

“Alat produksi atau pengering atau mixer yang belum lengkap,” ungkapnya.

Tidak berhenti sampai di situ, mewakili Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Asmuri menyampaikan aspirasinya, dalam Musrenbang Bantuas tidak memiliki wakil di TK 2 sehingga terjadi ketimpangan pembangunan.

“Dalam Musrenbang, Kampung Bantuas tidak memiliki wakil di TK II jadi pemerataan pembangunan yang kurang di kampung atau timpangnya pembangunan,” keluhnya.

Masih ada berbagai keluhan dan masukan yang disampaikan warga Kelurahan Bantuas dalam reses itu, semuanya mendapat perhatian dari anggota DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis.

Menampung beragam keluhan masyarakat tersebut, Ananda meminta agar Pemerintah Kota Samarinda mulai memperhatikan pembangunan di wilayah Kelurahan Bantuas.

“Karena menurut warga, sejauh ini perhatian pemerintah sangat kurang. Dengan hadirnya anggota DPRD Kaltim yang melakukan serap aspirasi di lingkungan mereka, mereka berharap agar Dewan Provinsi menjadi kepanjangan tangan untuk disampaikan ke pada Pemerintah Kota Samarinda agar segara dapat diperhatikan,” terang Nanda.

Untuk itu Nanda mengaku akan berkoordinasi dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda terpilih, untuk menindaklanjuti hal tersebut. (DK.Com)

Penulis : Zaki

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.