DPRD Kaltim Soroti Hasil Evaluasi Kaltim Steril

Rusman : Jangan Cepat Klaim

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Ketua Komisi 4 DPRD Kaltim Rusman Yaqub menyoroti hasil evaluasi Kaltim steril yang dianggap efektif turunkan angka Covid-19.

“Jangan cepat klaim bahwa itu sudah ada hasilnya. Itu kan baru diterapkan satu kali pasca instruksi Gubernur soal Kaltim steril,” kritik Rusman saat dihubungi, Jum’at (26/2/2021).

Kaltim steril merupakan Instruksi Gubernur Kaltim berdiam di rumah 2 hari setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu guna menghindari kontak erat atau kerumunan.

Menurut Rusman, paling penting dari penanganan Covid-19 yakni upaya pengendalian kesadaran masyarakat untuk taat Protokol Kesehatan (Prokes).

“Itu yang penting setiap warga itu memahami taat Prokes,”  tegas politisi senior PPP Kaltim ini.

Sejauh amatannya, kata Rusman, masyarakat belum memiliki kesadaran kolektif untuk patuh Prokes. Karena itu, Pemerintah Daerah harus bekerja keras membangun kesadaran itu.

“Karena kesadaran masyarakat belum memadai, maka pemerintah harus capek. Terus-terus bangun kesadaran publik. Kalau nggak mau capek, jangan jadi pemerintah,” tegasnya.

Hal ini, kata Rusman, penting dilakukan pemerintah agar bisa menciptakan sebuah norma kehidupan baru. Di mana publik selalu taat dengan Protokol Kesehatan. Orang patuh menggunakan Masker, menghindari kerumunan, dan lainnya.

“Jika kesadaran itu sudah terbangun maka nggak perlu Kaltim steril, semuanya akan jalan dengan sendirinya,”  tegasnya.

Meski begitu, Rusman tetapkan mempersilahkan Kaltim steril terus berlanjut.  Namun yang lebih penting bagi dia adalah, kerja keras pemerintah memberi sosialisasi Prokes tanpa putus asa.

Baca juga : Vaksin Lansia Segera Tiba, Anggota DPRD Kaltim Ingatkan Cara Penyimpanan

Sebelumnya, Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim Yudha Pranoto mengklaim penerapan Kaltim steril tekan ratusan kasus.

Klaim Yudha merujuk pada laporan harian Satgas Covid-19 Kaltim, Senin (8/2/2021) atau sehari setelah berakhir Kaltim steril tahap pertama, 6 dan 7 Februari 2021.

Baca juga:  Wakil Ketua DPRD Kaltim Sidak Jalan Semenisasi dan Turap Pantai Pemedas

Hari itu angka Covid-19 di Kaltim menurun jadi 344 kasus dari sebelumnya di atas 400 kasus per hari.

Yudha mengklaim terjadi menurun 2 sampai 3 kali lipat dari hari-hari sebelumnya, berkisar di atas 400 kasus sampai 900 kasus per hari.

Sehari setelah Yudha mengklaim turun, jumlah kasus justru naik jadi 550 kasus pada 9 Februari. Esoknya, 10 Februari penambahan kasus makin meroket yakni 984 kasus, kemudian turun jadi 643 kasus pada 11 Februari.

Setelah itu, naik lagi jadi 931 kasus pada 12 Februari. Begitu seterusnya, angka bergerak fluktuatif sampai saat ini. (DK.Com)

Penulis : Zaki

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.