Gaji Honorer Tersendat, DPRD Kaltim Minta Pemprov Carikan Solusi

Saat Dana BOS Lambat Cair, Rusman : Semua Kepala Sekolah Pusing Kepala

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Nasib guru honorer saat pendemi Covid-19 sangat terpukul. Pasalnya, realiasasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang biasa dipakai buat gaji para honorer, terlambat cair 3 bulan diawal tahun. Akibatnya, para honorer mengaku sudah 3 bulan tak diberi gaji.

“Sekarang ini semua kepala sekolah pusing kepala karena dana BOS lambat cair. Sampai ada kepala sekolah mau pinjam uang demi membayar gaji guru honor,” ungkap Ketua Komisi 4 DPRD Kaltim Rusman Yaqub saat dihubungi DETAKKaltim.Com, Jum’at (26/2/2021).

Rusman mengaku sering mendapat keluhan terkait hal itu. Bahkan, Komisi 4 yang ia pimpin sering kali mendiskusikan hal tersebut.

Menyikapi kondisi demikian, Rusman meminta Pemprov Kaltim mencarikan solusi atas masalah yang dihadapi guru honorer.

Baca juga : Ketua Komisi 4 DPRD Kaltim Ingatkan Satgas Masifkan Sosialisasi Prokes

“Kalau BOS belum cair, dibantu dulu kepala sekolah itu, kasihan gitu loh,” tegas dia.

Rusman menyebut Komisi 4 DPRD Kaltim banyak menerima keluhan perihal gaji guru honorer yang tersendat itu.

“Karena itu Pemprov Kaltim segera ambil sikap. Kasihan nasib mereka itu,” jelas dia.

Selain tersendat gaji, Rusman juga prihatin dengan kesenjangan kesejahteraan antara honorer dan PNS. Para honorer memiliki beban kerja tinggi, namun tak sesuai dengan penghasilan yang ia terima.

“Karena itu kami minta Pemprov Kaltim sebaiknya beri subsidi lewat pemberian insentif kepada para honorer, baik SD, SMP hingga setingkat SMA,” jelasnya.

Lewat insentif tersebut, harap politisi senior PPP ini, maka kesejahteraan para honorer bisa lebih diperhatikan. (DK.Com)

Penulis : Zaki

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.