SKENARIO AKHIR PILKADA PASER

Oleh: Andi Ade Elfathir

Penulis adalah Direktur Lembaga Survei Kaltim (LSK)

 

PILKADA Paser adalah salah satu Pilkada menarik dibandingkan Pilkada lain di Kaltim. Itu karena semua pasangan calon (Paslon) bisa menjadi representasi dari hampir seluruh segmen atau poros politik dominan. Di sana ada regenerasi trah, ada harapan baru, dan ada figur kuat dari jalur perseorangan.

Dengan segmen dan targeting yang berbeda cukup tajam itu, bisa ditulis kalau kesemuanya memiliki basis dan potensi menang dalam skala masing-masing. Namun, hanya ada tiga skenario yang akan terjadi di Pilkada Paser :

  1. Skenario Normal. Skenario ini terjadi jika semua Paslon berada pada wilayah segmen masing-masing dengan pertumbuhan elektoral normal. Jika ini terjadi, maka hasil survei akan bertahan sampai hari pencoblosan. Tren survei sejak setahun sebelum Pilkada konsisten menempatkan Paslon Nomor 01 Tony – Fathur sebagai pemimpin survei dengan angka yang cukup signifikan. Skenario ini merefleksikan Paslon nomor urut 1 di angka 40%, nomor urut 2 sebesar 12%, nomor urut 3 di kisaran 26%, dan nomor urut 4 diprediksi 22%. Angka-angka ini didapat dari proyeksi tren survei LSK di Januari, Juni, Oktober dan awal November 2020. Sekali lagi, ini adalah skenario normal, tanpa campur tangan kekuatan-kekuatan signifikan.
  2. Skenario Ketat. Ini terjadi jika sisa waktu sebulan sebelum hari H (November ke Desember) terjadi ekspansi besar-besaran di semua kubu. Gempuran pasar pemilih yang keras antar Paslon yang mengakibatkan terjadinya tukar tambah segmen suara yang berdinamika tinggi. Pada skenario ini, angka perolehan survei para Paslon akan sedikit menjauh dari presisi prediksi. Namun demikian, Paslon nomor 01 Tony Fathur akan tetap memenangkan Pilkada dengan selisih angka tak terlalu jauh dengan pesaingnya. Skenario ini bersandar pada, sekali lagi survei, yang menunjukkan selisih elektoral antara Tony Fathur dan pesaingnya cukup besar (12 – 20%).
  3. Skenario Ekstrim. Skenario ini terjadi jika semua intervensi kekuatan-kekuatan signifikan bekerja secara eskalatif dan masif. Dalam istilah Timses, beberapa Paslon melakukan “serangan” senapan mesin ke semua arah. Mengacaukan pasar dan membuat peta pemilih kacau. Serangan-serangan itu bisa berupa money politics yang masif, dramitasi peristiwa, mobilisasi kecurangan dan lainnya yang sejenis dengan itu. Pada skenario ini, sulit memprediksi pemenang. Dan semua kemungkinan bisa terjadi. Kesulitan memprediksi ini juga karena tak ada data survei menjelang pencoblosan. Survei akhir dilakukan sebulan sebelum hari H di mana masih terdapat ruang undecided dan swing voters yang belum solid.

Dari tiga skenario di atas, peluang kemenangan tetap berada kuat pada pasangan nomor urut 1 H.Tony Budi Hartono dan H. Aji Sayyed Fathur Rahman. Selain hasil survei yang konsisten dimenangkan Paslon nomor urut 1, determinasi perilaku pemilih Paser juga menguntungkan Paslon nomor 1 ini. Pemilih Paser dalam sejarahnya selalu memenangkan figur atau tokoh-tokoh dengan level yang matang. Baik secara usia maupun rekam jejak pengabdian masyarakat. Kita ingat Bupati lama Ridwan Suwidi yang dimenangkan dua periode. Begitu pula Bupati sekarang Pak Yusriansyah. Semua dipilih rakyat atas pertimbangan ketokohan. Dalam survei selalu ditanyakan alasan memilih calon bupati, mayoritas memilih H.Tony karena dianggap merakyat dan lebih tokoh dibanding Paslon lain.

Pada akhirnya, apapun hasil Pilkada, harus dihormati dan diapresiasi sebagai ruang demokrasi rakyat banyak. Semua Paslon dan pendukungnya patut berada dalam frame siap menerima apapun hasil di tanggal 9 Desember nanti. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.