Cegah Kebocoran Parkir, Angkasa : Gunakan Kartu Elektronik

Angkasa Sebut Potensi Rp5 Sampai Rp6Miliar

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA :  Potensi besar pemasukan kecil itulah gambaran dari salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah  (PAD) Kota Samarinda ini, yakni dari sektor parkir.

Mengelola parkir tak seindah cerita, itulah kalimat yang diutarakan oleh Angkasa Jaya Djoerani. Ketua Komisi 3 DPRD Kota Samarinda menggambarkan masalah perparkiran yang memang di bawah komisinya tersebut.

Mengawali perbincangan tentang perparkiran, Angkasa langsung mengkritisi tampuk pimpinan Dinas Perhubungan Kota Samarinda yang diharapkan oleh Angkasa  adalah orang orang muda dan energik, sehingga kalau Dewan memberikan stressing  dia akan siap menerima beban tersebut.

“Agar  pemerintah punya pemikiran yang baik tentang pendapatan, karena salah satu sumber pendapatan itu adalah retribusi yang harus digenjot karena dapat ditarik langsung pendapatannya,” beber Angkasa.

Karena, kata dia lebih lanjut, retribusi langsung ditarik di tempat, dan potensinya besar. Apalagi jika pemerintah memberikan stimulus pelayanan. Itu perlu, karena dibutuhkan masyarakat. Artinya ketika  menggunakan  fasilitas  negara,maka wajib membayar retribusi.

“Meski mekanisme pemungutan parkir  tidak seindah cerita. Ya banyak masalah di lapangan  dan susah untuk mengendalikannya, seperti preman serta kelompok-kelompok yang mengusai lahan parkir, “ kata politisi PDIP ini.

Iapun mengatakan, Komisi 3 sudah sarankan kepada Pemerintah Kota dalam hal ini Dishub supaya menggunakan parkir berlangganan, yakni pakai kartu seperti di Solo.

“Dulu sudah disarankan bangun kantong-kantong parkir, gandeng pihak swasta, sudah disarankan  ke pemerintah, jadi orang dilarang parkir di lahan orang yang tidak bisa parkir, “ imbuhnya.  

Baca juga : Daerah Pinggiran Masih Banyak Belum Teraliri Air PDAM

Bangun parkir spiral, masih kata Angkasa, kantong-kantong parkir tidak lagi  pakai uang tunai, tapi pakai kartu elektronik kayak e-money, harus ada saldonya.

“Ini sangat mengurangi kebocoran. Tinggal merubah maidset  dari para pelaksana  tugas di lapangan,” imbuhnya.

Dari retribusi, kata politisi senior PDIP ini, potensinya antara Rp5 Miliar sampai Rp6 Miliar.

“Potensi yang cukup besar, itu belum termasuk pajak parkir, “ pungkas Angkasa. (DK.Com)

Penulis : @my

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.