Produksi Jahe dari Kukar Terus Meningkat

Sutikno : Kami Sedang Mengajukan Anggaran Tambahan

DETAKKaltim.Com, TENGGARONG : Produksi Jahe Merah di Kabupaten Kutai Kartanegara yang terus mengalami peningkatan, membuat Pemkab Kukar berencana mengajukan penambahan anggaran untuk sarana dan prasarana dalam pengembangan olahan Jahe.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara Sutikno mengatakan, saat ini para Petani Jahe di Kukar sudah berinovasi dalam mengembangkan Tanaman Jahe menjadi produk olahan. Namun tantangan yang dihadapi saat ini, yakni bibit yang mahal yang bisa mencapai harga Rp30 per kilogram, selain itu akses jalan yang belum memadai membuat petani kesulitan saat memindahkan hasil panennya.

“Kami sedang menyusun proposal supaya ada bantuan tambahan dari pusat, karena saat ini selain harga bibit mahal, akses jalan menjadi kendala. Karena ada beberapa wilayah, para petani memikul sendiri hasil panennya karena akses belum bisa,” ujar Sutikno.

Sutikno menambahkan, produksi Jahe terbesar di Kabupaten Kutai Kartanegara berada di Kecamatan Loa Kulu. Di Kecamatan tersebut terdapat Kebun Jahe dengan luas 77, 25 hektare.

Baca juga : Pemkab Kukar Dorong Metode Full Mekanisasi Pertanian

“Produksi Jahe di Loa Kulu juga sangat tinggi, untuk setiap hektare petani bisa memperoleh hingga 20 ton,” jelasnya.

Lebih lanjut Sutikno mengatakan, permintaan Jahe di masa pandemi membuat warga memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya untuk menanam Jahe. Meski awalnya tanaman Jahe tersebut hanya untuk konsumsi sendiri, seiring berjalannya waktu mereka memproduksi untuk dijual.

“Contohnya di Semboja, awalnya mereka hanya untuk konsumsi sendiri, tapi saat ini mereka sudah mengolahnya menjadi olahan bubuk, Jahe Wangi Instan,” tutupnya. (DK. Com)

Penulis : Amin Gadis

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.