Pro dan Kontra Dimulainya Sekolah Tatap Muka

Celni : Sekolah Daring Tidak Effektif Lagi

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Berbulan-bulan sekolah dengan sistem daring atau virtual, selain membuat kejenuhan bagi para siswa, juga menuai beban bagi para orang tua, mengingat pendidikan  dengan sistem  ini, butuh biaya kuota internet dan tidak semua orang tua sanggup memenuhinya, sehingga dengan melihat trend kasus Covid-19 yang menurun menimbulkan  wacana untuk dimulainya sekolah tatap muka, yang menuai pro dan kontra.

Pro dan kontra  dengan komentar yang beragam akan wacana dimulainya sekolah tatap muka ini terlihat kala DETAKKaltim.Com menanyakan pendapat para orang tua,  seperti tanggapan Saprudinsyah orang tua dari siswi Kelas XI SMKN 3 Samarinda yang disampaikan melalui WhatsApp-nya.

“Sebelum ada data resmi akan penurunan penularan Covid-19 secara signifikan, kami tetap menginginkan sistim belajar seperti biasa dengan sistem online (daring). Karena tidak ada jaminan dengan  mentaati protokol kesehatan, akan dapat mencegah para siswa tertular oleh Virus Corona,” sebutnya.

Dengan nada khawatir Saprudinsyah  menulis,   “Ahli medis dan para dokter yang paham cara pengamanan penularan saja banyak yang positif Corona, bahkan hingga ada yang meninggal dunia”.

Untuk itulah, mengakhiri tulisannya Saprudinsyah  memohon agar pemerintah mempertimbangkan lagi rencana sekolah tatap muka tersebut dan untuk sementara tetap belajar secara Online.

Beda halnya dengan tanggapan Nia, orang tua Ratu siswi Kelas XI SMKN 3 Samarinda. Dimana Nia malah menanyakan kapan pembelajaran dengan tatap muka tersebut akan dimulai seraya memberikan tanggapannya.

“Kalau saya pribadi sebenarnya setuju aja sih, jika anak-anak  mulai masuk sekolah lagi. Tapi sebelumnya pasti pihak sekolah juga akan melihat voting pendapat dari seluruh orang tua murid,“  tulisnya.

Karena menurut Nia, semua keputusan jadi tidaknya sekolah tatap muka ini, tergantung kesepakatan antara pihak sekolah dan para orangtua murid yang lain.

“Kalau saya insya Allah ikut aja  yang mana baiknya,“  sebutnya mengakhiri tanggapannya.

Menanggapi pro dan kontra orang tua murid pada wacana dimulainya sekolah tatap muka ini, maka anggota Komisi 3 DPRD Samarinda Celni Pita Sari berpendapat secara pribadi setuju sekolah tatap muka diterapkan

“Saya pribadi  sih  setuju saja jika sekolah tatap muka kembali diterapkan,” kata Celni saat ditemui di Kantor DPRD Samarinda, Kamis (26/11/2020).

Berita terkait : 9 Bulan Siswa Sekolah Daring, Politisi PPP Nilai Secara Sosial Bermasalah

Karena sudah terlalu lama anak-anak menurut Celni sekolah di rumah, sehingga tidak maksimal lagi pelajaran yang akan masuk ke anak-anak. Untuk itulah menurut Celni  pembelajaran dengan sistem daring tidak efektif.

“Belum lagi bila jika ada gangguan jaringan. Tetapi dengan pembelajaran tatap muka, tentu saja harus ada penerapan protokol kesehatan,“ pungkas Celni. (DK.Com)

Penulis : @my

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.