Evaluasi Program Smart City, Kemenkominfo : Peningkatan Samarinda Luar Biasa

Nicodemus : Sudah Banyak Aksi Yang Dilakukan

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Pemkot Samarinda melalui Dinas Komunikasi dan Informatika melakukan evaluasi dan implementasi pelaksanaan program smart city tahun 2020. Evaluasi sendiri dilakukan secara virtual, bersama Kementerian Kominfo RI, di ruang Command Center gedung Diskominfo Samarinda, Kamis (26/11/2020) siang.

Dalam paparannya di depan Tim Assesor smart city dari Kementrian Kominfo RI, Kepala Dinas Kominfo dan Informatika Samarinda Aji Syarif Hidayatullah menjelaskan, jika penerapan masterplan smart city di Samarinda sudah mencapai 100 persen. Hal tersebut dimulai dari pengembangan kebijakan, kelembagaan hingga pengembangan aplikasi ditahun 2020.

“Bahkan di tahun 2020 selama pandemi Covid 19, Diskominfo Samarinda sudah melakukan pengembangan empat aplikasi, mulai dari panggilan darurat 112, point of sale, aplikasi behambinan hingga website Corona,” kata Dayat begitu ia disapa.

Sedangkan capaian implementasi program 6 pilar smart city sambung mantan Kepala BKD ini, juga mengalami kemajuan signifikan. Di antaranya program smart branding dengan melakukan beautifikasi Citra Niaga, yang kini kembali menjadi primadona bagi anak-anak muda Kota Tepian untuk nongkrong. Sehingga tak salah jika pihaknya memilih komplek Citra Niaga sebagai daerah quick win dengan melakukan revitalisasi sejak tahun 2017.

“Jujur saya berterima kasih dengan adanya program smart city ini, hasilnya bisa dilihat sekarang, kini Citra Niaga kembali bergeliat dan selalu ramai dengan berbagai kegiatan komunitas anak-anak muda  yang tak hanya sekedar nongkrong, melainkan juga ada kreatifitas seni hiburan setiap malamnya,” akunya.

Begitupun dengan smart economy, Dayat kembali memaparkan, sejak Samarinda dihajar pandemi mulai Maret lalu pihaknya langsung mengembangkan marketplace lokal dalam bentuk aplikasi behambinan, sebagai solusi bagi warga kota Tepian yang ingin belanja makanan tanpa harus keluar rumah, sebagai langkah mendukung physical distancing. Bahkan kehadiran aplikasi behambinan ini membantu peningkatan omzet jualan para UMKM yang terdampak selama pandemi.

“Tak itu saja warga yang kehilangan pekerjaan karena terdampak pandemi, juga memanfaatkan fasilitas aplikasi ini sebagai usaha baru dengan berjualan secara online,” tuturnya.

Ia tak memungkiri selama pandemi, banyak juga rencana aksi yang sudah dilaksanakan pihaknya sebagai bagian dari program smart city dalam mendukung penanganan penyebaran Covid-19 di Samarinda, selain membangun aplikasi behambinan. Seperti layanan nomor darurat 112 yang keberadaanya sangat dirasakan manfaatnya oleh warga dalam menangani aduan warga terkait penyebaran Covid 19, sehingga efeknya memudahkan Dinas Kesehatan untuk melakukan tracking.

Ditambah lagi pengembangan website Corona yang isinya berupapa informasi Covid-19, hingga data penerima bantuan sosial bagi warga yang terdampak dapat diakses secara transparan.

Terakhir, tambah dia, adalah tanda tangan elektronik sebagai upaya mendukung pelayanan internal kepemerintahan ataupun untuk pelayanan masyarakat yang berbasis Elektronik selama pembatasan sosial.

“Jadi banyak rencana aksi yang sudah kita lakukan walaupun masih ada juga tahapan yang masih terus untuk diselesaikan. Seperti pengerjaan pembangunan Dermaga Pasar Pagi, relokasi Pasar Segiri, dan pembangunan taman di Jalan Slamet Riyadi yang terus dikebut penyelesaiannya, dalam mempercepat pembangunan konsep Waterfront City di Bantaran Sungai Mahakam, sebagai pintu gerbang masuk Kota Samarinda,” kata Dayat.

Tim Assesor smart city Kementerian Kominfo RI Nicodemus Semu mengakui, paparan yang disampaikan Kepala Diskominfo Samarinda tadi cukup jelas. Bahkan ia bersama tim Assesor lain yang terdiri praktisi dan akademisi ini, menilai program smart city yang sudah dijalankan oleh Kota Samarinda mengalami peningkatan yang luar biasa.

Baca juga : Harkanas 2020, Kampanyekan Gerakan Makan Ikan via Virtual

“Karena pada intinya Kota Samarinda sudah menjalani program ini sejak tahun 2017, sehingga selama kurang lebih 3 tahun sudah banyak aksi yang dilakukan dan berdampak pada warga,” ungkapnya.

Kendati demikian, Dosen Perbanas Institute Jakarta ini tetap memberikan catatan untuk pengembangan program smart city tahun 2021. Khususnya Terkait revisi master plan dalam hal penguatan literasi pada masyarakat.

Mengingat pada tahun 2021,  sambung dia, sebagian besar pemerintah Kabupaten/Kota akan mengalami pergantian pada pucuk pimpinan daerah. (DK.Com)

Penulis : cha/don/kmf-smd

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!