Dipicu Covid-19, Medco E&P Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Guru

35 Guru dan Kepala Sekolah Ikuti Pelatihan

DETAKKaltim.Com, TARAKAN :  Pandemi Virus Corona (Covid-19) membuat sejumlah lembaga kesulitan menjalankan aktivitas. Tidak terkecuali lembaga pendidikan yang menjadi gagap lantaran harus melakukan kegiatan-kegiatan belajar mengajar dari rumah.

Semua ruang-ruang kelas yang biasa dipakai kegiatan belajar mengajar harus digantikan dengan sistem belajar jarak jauh atau yang disebut daring. Anak-anak sekolah maupun guru tidak boleh tidak, terpaksa belajar-mengajar dari rumah demi menghindari Virus Corona.

Inilah yang dilihat Medco E&P Indonesia sehingga menjadikan Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara untuk melaksanakan program pelatihan dan pendampingan peningkatan kapasitas guru, pada pembelajaran jarak jauh bersama Tim School of Universe yang dipimpin pakar pendidikan Lendo Novo.

Sebanyak 35 guru dan Kepala Sekolah dari 8 Sekolah Dasar (SD) Negeri Kota Tarakan mengikuti pelatihan yang diselenggarakan di  SD Negeri O27 Karungan, Mamburungan Timur, Tarakan, sejak 3 Oktober – 17 Oktober 2020.

Manager Operasional Medco E&P Indonesia Tarakan Bernad M Simamora mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 ini, sistem pendidikan kita harus siap melakukan lompatan serta mentransformasikan pembelajaran jarak jauh bagi semua siswa dan guru.

“Kita sedang memasuki era baru untuk membangun kreatifitas, mengasah skill siswa dan peningkatan kualitas guru dengan perubahan sistem, cara pandang dan pola interaksi terhadap teknologi,” kata Bernad Simamora, pada acara penutupan pelatihan yang dihadiri oleh VP Relations & Security E&P Indonesia Jakarta Drajat Panjawi, Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi Nidu Syaifudin, General Manager Kalimantan Region Herman Fauzi, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tarakan Tajuddin Tuwo.

Sudah barang tentu para peserta pelatihan diharapkan dapat mengaplikasikan dalam kegiatan  belajar mengajar, apa yang diperolehnya dari pelatihan ini.

Baca juga:  Panglima TNI Akan Tutup TMMD Ke-105 di Samarinda

“Kami yakin, dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tarakan dan pihak sekolah sangat diperlukan untuk memfasilitasi ide, gagasan, dan metode belajar tematik integratif yang nantinya hadir dari para peserta pelatihan,” ujar Drajat Panjawi.

Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan Sulawesi, Nidu Syaifudin mengatakan, situasi pandemi Virus Corona yang masih merajalela sehingga pemerintah menetapkan 2 model pelaksanaan kegiatan pembelajaran, untuk daerah zona merah, orange, dan kuning kegiatan pembelajaran dilakukan dari rumah.

Baca juga : Pertamina Peduli Insan Media, Gandeng Dewan Pers Gelar Tes PCR

“Sementara untuk daerah zona hijau mengikuti protokol yang ketat, dan apa yang telah dilakukan kontraktor Migas patut diacungi jempol,” papar Nidu Syaifuddin mengapresiasi kepedulian Medco E&P Indonesia kepada masyarakat terhadap pendidikan dalam bentuk nyata.

Sudah barang tentu para guru yang telah mengikuti pelatihan ini dapat langsung menerapkannya, dengan mengkombinasikan dengan alam sekolah tempat mereka mengajar.

”Kami sekarang bisa terus belajar dan mengajar bersama orang tua dan siswa, walaupun mereka sedang bekerja di tambak atau ladang,” tutut Syarifuddin,  peserta pelatihan.(DK.Com)

Penulis : SL Pohan

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.