Anggota DPD RI Aji Mirni Reses di Kutim

Aji Mirni Inginkan Sektor Pertanian Dikembangkan

DETAKKaltim.Com, KUTAI TIMUR : Melanjutkan rangkaian kegiatan menyerap aspirasi daerah, terkait dengan agenda reses anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang hingga hari ini masih berlangsung.

Salah seorang anggota DPD RI dari daerah pemilihan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Aji Mirni Mawarni atau biasa disapa Mawar, menggelar reses  ke Kabupaten Kutai Timur.

Selama tiga hari, ia berada di kawasan pedalaman Kutai Timur, yakni di Kecamatan Muara Ancalong, Muara Bengkal, Batu Ampar dan Rantau Pulung.

Banyak hal didiskusikan pada pertemuan itu, terutama terkait kegiatan pembangunan di Kutim yang dirasakan masih jauh dari harapan. Padahal, jelas Mawar, Sumber Daya Alam (SDA) Kaltim khususnya Kutim selama ini sudah banyak memberikan kontribusi bagi negara. Bahkan berdasarkan data yang dia miliki, pada 2019 lalu Kaltim sudah menyumbang sebanyak Rp630 Triliun  ke pusat.

Namun miris, dari jumlah kontribusi itu jelas Mawar, anggaran yang kembali ke Kaltim hanya 4  persen  atau sekitar Rp16 Triliun per tahun.

“Jadi sekitar 20-30 persen uang Indonesia itu berasal dari Kaltim. Dan data tim kami, dari 34 provinsi di Indonesia, kalau tidak salah Kaltim itu urutan kedua yang paling besar porsinya menyumbang uang ke negara,” kata mantan Dirut PDAM Kabupaten Kutim itu saat ditemui awak media, Jum’at (23/10/2020).

Sehingga menurutnya perlu perjuangan lebih dari para wakil rakyat Kaltim di pusat agar pembangunan di Kaltim bisa sesuai harapan banyak pihak. Menurutnya, dari 8 wakil Kaltim yang ada di parlemen pusat, hanya ada beberapa saja yang benar-benar paham kebutuhan untuk pembangunan di Kaltim.

“Sekarang ini sudah nggak mungkin kita teriak-teriak Otsus (otonomi khusus) dan dana perimbangan, karena sudah ada aturannya yang mengatur itu. Sekarang ini kita di daerah dituntut untuk kreatif dan mau berjuang untuk memperjuangkan kepentingan daerah, termasuk menangkap peluang yang ada,” ungkap Mawar.

Saat ini pemerintah daerah akan merasakan dampak dari defisit anggaran. Pasalnya, pemerintah pusat memiliki keinginan untuk memperbesar pos anggaran di Kementerian, sehingga menurutnya, peluang-peluang yang ada di Kementerian  tersebutlah yang harus ditangkap.

“Jadi gini, bupati atau wali kota itu harus mau jemput bola untuk daerahnya,” kata  Mawar antusias.

Mawar juga menjelaskan dalam reses kemarin, di antara berbagai bidang, dia ingin memajukan sektor pertanian. Karena Bidang Pertanian ini merupakan bidang jangka panjang dan tak merusak lingkungan. Untuk itu Mawar mengajak masyarakat mengajukan bantuan khususnya untuk sektor pertanian.

“Entah bantuan peralatan, pupuk maupun bibit. Karena itu merupakan kebutuhan masyarakat banyak dan bisa dilakukan untuk jangka panjang,” ujar Mawar.

Baca juga : Pastikan Proses Pilkada 2020 Lancar, Wakil Ketua DPD RI Sambangi KPU Kutim

Selain menekankan Bidang Pertanian, Mawar mengharapkan  peningkatan SDM untuk masyarakat di daerah terus ditingkatkan.

“Saya maunya, usulan daerah yang masuk itu tentang pengembangan SDM. Kita di Kaltim sangat kekurangan soal itu, khususnya SDM yang terampil dan siap bekerja. Ada usulan masuk ke saya, saya minta data lengkapnya, mereka tidak bisa memberikan. Kenapa, karena SDM yang mengolah data dengan baik, tidak ada. Jadi sayapun akan terkendala ketika memaparkan ke Kementerian karena tak ada data yang jelas dan detil,” pungkasnya. (DK.com)

Penulis: RH

Editor: Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.