Meriah, Perayaan HKAN 2020 di Bontang Mangrove Park

Neni : Konservasi Alam Bagi Kesejahteraan Masyarakat

DETAKKaltim.Com, BONTANG : Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengapresiasi Puncak Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2020 yang diselenggarakan di Bontang. Dimana, Bontang menjadi tuan rumah dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Sehingga tamu yang hadirpun berasal dari seluruh provinsi di Indonesia.

“Atan nama pribadi dan Pemerintah Kota Bontang, saya sangat mengapresiasi dan menyambut baik puncak peringatan HKAN ini. Terlebih karena puncak acara HKAN tahun 2020 diselenggarakan di Kota Bontang sebagai tuan rumah, tepatnya di objek wisata alam Bontang Mangrove Park (BMP) yang merupakan bagian dari Taman Nasional Kutai (TNK),” kata Neni, Selasa (15/9/2020).

Dikatakan Neni, Hari Konservasi Alam Nasional merupakan hari peringatan untuk konservasi alam dan lingkungan hidup di Indonesia yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus tiap tahunnya. Tujuannya untuk mengkampanyekan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat,  juga untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam HKAN, menyelamatkan alam dan secara terus menerus setiap tahun diperingati sebagai upaya untuk menjaga kesinambungan kegiatan konservasi alam, dan memasyarakatkan konservasi alam secara nasional agar menjadi bagian dari sikap hidup dan budaya bangsa.

“Kehidupan kita itu kan tergantung pada alam, pada sumber daya yang dihasilkan oleh ekosistem alam, jika semua itu rusak atau musnah tentunya kehidupan kita juga akan terancam. Konservasi alam itu konservasi kita. Melestarikan alam itu sama artinya dengan menyelamatkan hidup kita sekarang, dan kehidupan generasi-genarasi yang akan datang. Karena itu konservasi alam itu harus terus menerus digaungkan agar semakin banyak yang peduli dan melakukannya,” ujarnya.

Peringatan HKAN tahun ini mengambil tema Nagara Rimba Nusa, Merawat Peradaban Menjaga Alam. Tema ini menekankan pada semangat berperadaban maju yang harmoni dengan alam di era milenial. Meski demikian semangat konservasi alam tentunya diharapkan dapat tertanam di semua generasi, mengingat tidak ada generasi manapun yang tidak bergantung pada alam.

Kawasan konservasi dengan pariwisata alamnya menjadi salah satu kekuatan bangsa Indonesia untuk dapat pulih pasca Covid-19, dalam tatanan baru (new normal). Karena berwisata dengan mengaktifkan interaksi panca indera dengan elemen alam, terbukti mampu meningkatkan kondisi fisik, mental, dan kesejahteraan spiritual, memberikan energi dan ketenangan. Pemulihan mental dan fisik individu dan masyarakat dapat dilakukan melalui kegiatan forest for healing di kawasan konservasi.

Dengan demikian, pentingnya memulihkan kehidupan dan peradaban manusia yang harmoni dengan alam, dalam rangka menyongsong era baru (new normal) pasca pandemi Covid-19 ini akan menjadi semangat dalam peringatan HKAN tahun 2020. Hal ini tentu sejalan dengan HKAN sebagai momentum keteladanan dan aksi nyata memasyarakatkan konservasi alam sebagai sikap hidup dan budaya bangsa Indonesia.

Maka penyelenggaraan HKAN tahun 2020 di Taman Nasional Kutai, Provinsi Kalimantan Timur ini, diharapkan dapat menjadi titik awal kebangkitan bangsa Indonesia yang harmoni dengan alam pasca pandemi global covid-19.

Neni berharap, melalui puncak peringatan HKAN yang dilakukan secara terus menerus tiap tahunnya, membuat semua semakin sadar akan pentingnya konservasi alam.

Berita terkait : Peringatan Puncak HKAN 2020 Dipusatkan di Bontang

Puncak peringatan ini juga dapat menggalang semangat dan memotivasi masyarakat khususnya masyarakat Kota Bontang, untuk berperan serta secara aktif mencegah dan menyelamatkan alam dari berbagai ancaman, dan tidak melakukan kerusakan terhadap ekosistem alam yang dilindungi sebagai kawasan  konservasi,  tidak  membuang sampah sembarangan, menanam jenis-jenis tanaman endemik dan jenis langka, melepas satwa liar yang dilindungi ke habitat alamnya, menghindari dan meminimalisir penggunaan barang-barang yang tidak terurai seperti plastik, tidak melakukan pembakaran lahan tanpa terkendali, turut berpartisipasi mencegah pembalakan liar dan perdagangannya, termasuk perdagangan satwa dan tumbuhan yang dilindungi.

“Saya ucapkan selamat datang di Kota Bontang kepada seluruh tamu undangan, semoga Kota Bontang dapat memberikan kesan yang baik kepada bapak/ibu sekalian selama berada di kota yang kami cintai ini. Melalui HKAN 2020, semoga Kota Bontang bisa menjadi contoh penyelenggaraan acara yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat, sehingga diharapkan tidak ada kasus Covid-19 setelah penyelenggaraan acara HKAN,” pungkasnya. (DK.Com)

Penulis : Cinhue

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.