Berdamai, Korban dan Pelaku Penikaman di Jalan Lambung Mangkurat

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Korban penikaman yang terjadi pada hari Jum’at lalu di Jalan Lambung Mangkurat, Samarinda, Kalimantan Timur, tepat di depan sebuah kantor ekspedisi, bersepakat untuk mengambil jalur damai dengan pelaku bernama Edy, Senin (14/9/2020) siang.

Perdamaian tersebut diwakili Firman, kakak pelaku, di Kantor Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat (FKPM) Pelita, dihadiri korban Fahrizal alias Reza. Kasus penikaman itu terungkap, diawali dengan penagihan hutang sebesar Rp500 Ribu.

“Awalnya sih dia (pelaku) datang nagih hutang. Kata saya ketemukan saya dulu ke keluarganya, yang kata dia uang tersebut milik keluarganya. Namun dia pergi, saya tunggu nggak datang. Ketika kembali dia sudah bawa Badik buat nikam saya, sebanyak tiga tikaman. Tapi karena saya sama dia dan keluarga dia kenal baik, ya saya ingin ngambil jalur damai aja,” jelas Reza kepada DETAKKaltim.Com di Kantor FKPM Kelurahan Pelita, Samarinda.

Kedekatan antara korban dan pelaku juga dibenarkan kakak pelaku, dan berjanji hal seperti ini tidak kembali terulang setelah dilakukan perdamaian, di atas surat perjanjian.

“Saya mewakili Edy yang mana Edy sebagai pelaku. Pihak kami keluarga beritikad baik berdamai dengan pihak korban, sebagai kakak saya menjamin hal serupa tidak kembali terulang. Selain pelaku teman dekat, sayapun kenal dekat sama korban. Untuk saat ini, Edy mulai dari awal kejadian kami tidak tahu dimana. Karena sudah kita hubungin ke Hp dia sudah nggak aktif, mungkin dia masih takut padahal semua ini sudah damai,” kata Firman.

Meski kasus penikaman ini sudah sempat ditangani pihak Kepolisan, namun sejauh ini pengakuan korban kepada pihak FKPM Pelita, belum pernah membuat laporan resmi sehingga korban tetap bersikeras untuk berdamai, meski telah diminta melakukan laporan secara resmi ke pihak Kepolisian.

“Sebelum berdamai, dari awal kita udah sarankan untuk korban melapor ke pihak Kepolisian, bahkan semenjak korban keluar dari rumah sakit. Namun korban bersikeras untuk berdamai, terlebih dari pengakuan korban dirinya belum ada membuat laporan. Akhirnya kita lakukan mediasi terhadap kedua belah pihak, dan dibuatkan surat perjanjian agar hal serupa tidak kembali terjadi. Alasannya, karena pihak korban kenal baik dengan keluarga pelaku,” ungkap Subekti, anggota FKPM Pelita.

Berita terkait : Disaksikan Jukir, Warga Jalan Lambung Mangkurat Ditikam

Meski korban meminta untuk berdamai duluan, namun ia akan tetap mendapat biaya pengobatan dari pihak pelaku. Dan semua tertulis jelas di surat perjanjian yang disetujui kedua belah pihak di Pos FKPM Pelita. Dan berharap pemasalahan hutang piutang agar ke depanya diselesaikan secara kekeluargaan, dan tidak menimbulkan keributan yang berujung penikaman. (DK.Com)

Penulis : Mashardiansyah

Editor : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.