Dishut Kaltim Ajak Masyarakat Produktif di Masa Pandemi

November Rencana Lakukan Penanaman di sekitar SKM

DETAKKaltim. Com, SAMARINDA : Kondisi pandemi Covid-19 hingga awal Agustus masih terus terjadi, bahkan di Indonesia angka pasien yang positif Covid-19 terus mengalami peningkatan. Situasi tersebut bukan berarti menyebabkan kegiatan produktif dan kreatif khususnya terkait advokasi dan kampanye lingkungan hidup terkait penanaman pohon berhenti.

Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Timur terus mengkampanyekan kegiatan pro lingkungan hidup, dengan mengajak masyarakat untuk bisa adaptasi dan produktif di masa pandemi.

Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan Joko Istanto mengatakan, selain mengkampanyekan pro lingkungan hidup pihaknya juga memberikan inovasi layanan publik di berbagai program terus dilakukan.

“Masa pandemi bukan berarti kita tidak produktif, kita sebagai penggerak sektor Kehutanan harus terus mengkampanyekan kegiatan pro lingkungan. Tidak hanya itu, kita juga memberikan pelayanan maksimal untuk masyarakat dan pengusaha yang bergerak di sektor Kehutanan,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan Joko Istanto kepada DETAKKaltim.Com, Rabu (2/9/2020).

Lebih lanjut Joko mengatakan, pada bulan November mendatang pihaknya akan menggelar kegiatan penanaman ribuan pohon yang akan difokuskan di sekitar Bantaran Sungai Karang Mumus, dipilihnya Sungai Karang Mumus diharapkan bisa meminimalisir banjir yang kerap terjadi di Kota Samarinda.

“November nanti ada Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) ini diperingati tiap tahun, rencana kami akan melakukan penanaman di Karang Mumus. Karena ini kegiatan melibatkan banyak orang, untuk teknisnya belum kami tahu, karena Kementerian yang merancang itu, apakah nanti di Kaltim bisa dilaksanakan atau tidak, karena saat ini kita sudah masuk lima besar Covid- 19,” jelasnya.

Baca juga : Program Transmigrasi Kaltim Dilanjutkan Tahun 2021

Joko Istanto menegaskan bahwa dalam menanam pohon pihaknya tidak lagi menekankan kegiatan yang bersifat seremonial, namun dilakukan dengan berbagai terobosan, karena itu program penanaman pohon kini benar-benar diawasi.

“Mulai dari proses pemilihan jenis tanaman, lokasi tanam, hingga pemeliharaan dengan tujuan agar penanaman pohon tidak lagi bersifat seremonial, setelah melakukan penanaman kita harus menjaga dan memeliharanya sehingga bermanfaat untuk rakyat,” pungkasnya. (DK. Com)

Penulis : Amin Gladis

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.