Wali Kota Bontang Hadiri Rakor Gabungan Program Bangga Kencana

 Neni Berharap Insentif Bisa Dinaikkan

DETAKKaltim.Com, BONTANG : Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menghadiri acara Rapat Koordinasi (Rakor) Gabungan Program Bangga Kencana bagi Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Kota (PPKBK) dan Sub PPKBK yang digelar, Kamis (13/8/2020).

Dikatakan Neni, peran kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) merupakan kedudukan seseorang dalam institusi masyarakat yang dengan sukarela melakukan pembinaan program Bangga Kencana di tingkat kelurahan dan tingkat RT.

Kader IMP memiliki kontribusi yang besar dalam rangka pencapaian tujuan Program Bangga Kencana, sebagai pengelola di tingkat lini lapangan yang berhadapan langsung dengan keluarga dan masyarakat.

Agar lebih berdaya guna, maka para kader IMP diberi pembinaan. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader, juga sebagai kepedulian pemerintah terhadap para kader agar kader IMP lebih peduli dan bersemangat.

“Pembinaan juga dimaksudkan agar kader mempunyai rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diembannya,” terang Neni.

Menurut Neni, Kader Sub KB dan Ketua PPKBK sangat luar biasa, mengingat Neni belajar KB saja selama 4 tahun, dan belajar dokter spesialis 6 tahun. Tapi para ibu kader ini beruntung duduk berapa jam sudah pintar soal KB.

Baca juga :Wali Kota Bontang Resmikan 6 Fasilitas Layanan Publik

Kata Neni, alat kontrasepsi itu memang pasti ada saja angka kegagalannya, tidak ada yang berdayaguna 100 persen. Tetapi inilah fungsinya kader bagaimana bisa mempengaruhi, menjelaskan, dan mengajak kepada mereka yang belum menggunakan alat kontrasepsi. Karena fungsi KB itu untuk menjarangkan kehamilan. Makanya harus punya ilmu dan pentingnya ada pelatihan. Setiap kader harus punya kemampuan komunikasi yang baik dan menyuluh yang baik.

“Daerah lain kadernya tidak diberi insentif, hanya di Bontang yang diberi insentif. Dan Bunda sebagai Wali Kota, saya menghargai itu, meskipun kader semestinya sukarelawan. Semoga bisa dinaikkan insentifnya. Tetap semangat, ibu-ibu kader adalah pejuang agar keluarga-keluarga di Bontang menjadi keluarga-keluarga tangguh,” pungkasnya. (DK.Com)

Penulis : Cinhue

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.