Balon Wali Kota Berharap KPU Samarinda Sampaikan Usulan ke Pusat

Terkait Penghentian Sementara Verifikasi Faktual

DETAKKaltim.Com, Samarinda : Tim Samarinda Berani pengusung Bakal Calon (Balon) Wali Kota Parawansa Assoniwora, dan Bakal Calon Wakil Wali Kota Markus Taruk Allo pada Pilkada Kota Samarinda 2020, menyatakan kekecewannya terhadap jawaban dari KPU perihal permintaannya menghentikan sementara tahapan Pilkada verifikasi faktual yang akan berakhir pada 16 Agustus 2020.

Hal itu menanggapi surat KPU No.658/PL02.2-5D/647n/KPU-Kot/MIl/ 2020 tanggal 13 Agustus 2020, perihal penjelasan jawaban surat Tim Samarinda Berani Nomor VSB/PSVF/SMD/VII/2020 tanggal 12 Agustus 2020, yang disampaikan langsung Balon Wali Kota Parawansa Assoniwora saat menggelar press compres di Posko Samarinda Berani Jalan MT Haryono, Samarinda.

“Kami memutusan untuk tidak melanjutkan proses verifikasi faktual perbaikan atas dasar kemanusiaan dan ketaatan pada Peraturan Wali Kota Nomor 38 tahun 2020, yang berlaku secara efektif mulai tanggal 13 hingga 16 Agustus 2020,” jelas Parawansa, Jum’at (14/8/2020) sore.

Parawansa menambahkan, bahwa surat balasan KPU Kota Samarinda, bukanlah jawaban atau tanggapan seperti yang diharapkan oleh Tim Samarinda Berani pada surat sebelumnya.

“Berdasarkan surat balasan, kami menilai bahwa KPU Kota Samarinda telah melakukan pengabaian atas Peraturan Wali Kota Samarinda Nomor 38 tahun 2020, tentang Pengenaan Sanksi terhadap pelanggaran pelaksanaan penanggulangan bencana dalam penanganan Covid-19 di daerah, yang menjadi salah satu dasar hukum penghentian sementara verifikasi faktual yang dilakukan oleh Tim Samarinda Berani,” tambah Parawansa.

Baca juga : Sekdes Singa Gembara Mengeluh, Data Penduduk Disdukcapil dan Desa Tidak Sinkron

Mengenai surat yang ia ajukan, seharusnya KPU Samarinda menjadi jembatan agar KPU Samarinda dapat menyampaikan permohonannya ke KPU Pusat.

“Kami berharap agar KPU Samarinda bisa menyampikan usuluan kami ke KPU pusat, untuk menghentikan sementara tahapan Pilkada lantaran Pandemi Covid yang sedang terjadi di Samarinda, jangan seperti robot yang tidak punya hati. Bukan karena kami tak mampu menghadirkan pendukung kami untuk melakukan verifikasi faktual, namun melainkan kekhawatiran akibat situasi pandemi yang semakin meningkat,” tegasnya.

Selanjutnya Tim Samarinda Berani akan menyurati Bawaslu untuk dapat mempertimbangkan permintaan tersebut. (DK.Com)

Penulis : Mashardiansyah

Editor : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.