Dishut Kaltim Kekurangan Tenaga Penyuluh

Rulliana : Idealnya Setiap Desa Minimal Ada Satu Orang

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Keberadaan Tenaga Penyuluhan Kehutanan (TPH) sangat dibutuhkan dalam menjaga kelestarian hutan, karena penyuluh kehutanan berperan aktif untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang lingkungan hidup dan tentang pentingnya hutan. Selain itu Penyuluh Kehutanan juga berfungsi untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam mengelola kawasan hutan.

Di Kalimantan Timur jumlah penyuluh kehutanan mengalami kekurangan, tahun 2020 Kaltim tercatat hanya memiliki 42 tenaga penyuluh, padahal idealnya di setiap desa minimal ada satu orang penyuluh kehutanan.

Kepala Bidang Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Hutan Rulliana mengatakan, kurangnya tenaga penyuluh menyebabkan pendampingan kepada masyarakat dan pegiat hutan menjadi sangat minim. Ia menyebutkan dengan area Kehutanan di Kaltim yang cukup luas penyuluh kehutanan dibutuhkan mencapai 200 orang.

“Saat ini kami hanya memiliki 42 tenaga penyuluh se-Kaltim, idealnya 1 desa 1 penyuluh, tapi untuk sementara ini kita belum bisa melaksanakan seperti itu. Dengan keterbatasan yang ada, satu orang penyuluh harus mendampingi beberapa wilayah kecamatan, akibatnya pendampingan yang dilakukan tidak maksimal, sehingga berpengaruh terhadap pemahaman masyarakat tentang upaya pelestarian hutan,” ujar Kabid Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Hutan Rulliana saat dijumpai di ruangannya, Selasa (10/8/2020).

Rulliana menambahkan, sejauh ini pihaknya terus berupaya menyurati Kementerian untuk menambah rekruitmen tenaga, apalagi Kalimantan Timur memiliki 20 Kesatuan Pengeloaan Hutan (KPH) yang setiap KPH harus memiliki 1 orang penyuluh.

Baca juga : Dishut Kaltim Manfaatkan Perhutanan Sosial Untuk Ketahanan Pangan

Sementara itu, Kepala Seksi Penyuluhan Kehutanan Sugino menjelaskan, untuk mensiasati kekurangan tenaga penyuluh tersebut pihaknya akan memanfaatkan Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM), iapun berharap untuk sementara kekurangan tenaga penyuluh bisa ditopang oleh Penyuluh Swadaya Masyarakat.

“Biasanya di masyarakat itu ada yang menonjol dan memahami tentang kehutanan, biasanya itu yang kita rekrut, untuk membantu tenaga PNS ini. Fungsinya itu saling keterkaitan antara PNS dengan penyuluh masyarakat, kami sudah bersurat ke KPH-KPH untuk melakukan pendataan. Mudah-mudahan kekurangan penyuluh ini bisa ditopang dengan Penyuluh Swadaya Masyarakat,” jelasnya. (DK. Com)

Penulis : Amin Gladis

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.