Layani Secara Gratis, RPH Kutim Fasilitasi Pemotongan Hewan Qurban

Tercatat 45 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing dari 5 Masjid

DETAKKaltim.Com, KUTAI TIMUR : Rumah Potong Hewan (RPH) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) secara perdana memfasilitasi pemotongan hewan Qurban di tengah pandemi Covid-19. Pemotongan berlangsung hingga hari ini, Sabtu (1/8/2020).

Kepala UPT RPH Kutim Abdi mengatakan, tahun 2020 ini pelaksanaan pemotongan hewan Qurban di Pusat Kota Sangatta, sebagian besar Masjid cenderung memilih melaksanakan pemotongan hewan Qurban di RPH Sangatta.

“Alhamdulillah jumlah hewan Qurban yang dipotong di RPH sudah mencapai 45 ekor Sapi dan 2 ekor Kambing dari lima Masjid di Sangatta, sudah kami koordinasi dan kami fasilitasi,” kata Abdi.

Pemotongan sejumlah hewan Qurban mengikuti anjuran pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan terkait penerapan protokol kesehatan. Hal itu supaya tidak terjadi penyebaran wabah Covid-19 dan mengantisipasi adanya timbul klaster baru.

“Karena itu pemotongan di RPH Ruminasia untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, dalam menghadapi kesiapsiagaan para petugas dalam bekerja,” sebutnya.

Semua petugas pemotongan sudah mengikuti rapid test dan dalam penanganan daging Qurban diawasi langsung oleh dokter hewan.  Sebelumnya memang pihaknya telah menyarankan saat hari H pemotongan hewan Qurban, dalam kondisi pandemi saat ini mengisyaratkan agar dilakukan di RPH. Disamping menghemat tenaga juga menghindari kerumunan orang banyak, yang di khawatirkan terjadi penyebaran wabah Covid-19.

“Kami melayani secara gratis untuk pemotongan hewan Qurban, tidak ada biaya retribusi dalam bentuk apapun. Kami siapkan enam penjagal untuk melakukan pemotongan hewan Qurban sesuai kebutuhan maupun permintaan,” papar Abdi.

Ririn Meiyani, seorang dokter hewan yang bertugas memeriksa kesehatan hewan menuturkan, secara keseluruhan semua hewan Qurban yang telah dipotong semuanya sehat dan layak dikonsumsi.

Baca juga : Mengaku Nervous, Wagub Kaltim Sembelih Sapi Presiden RI

“Pengecekan yang diprioritaskan organ dalam seperti hati, limpah dan paru-paru. Karena secara bersamaan jadi pemeriksaan di titik beratkan pada tiga organ dalamnya,” sebut Ririn.

Pemeriksaan dilakukan secara bertahap, baik sebelum penyembelihan maupun sesudah penyembelihan. Sebab ada beberapa penyakit sulit dideteksi sebelum penyembelihan.

“Kami melakukan pemeriksaan secara bertahap mulai bagian luar (post mortem) selanjutnya bagian dalam (Ante Mortem). Setelah selesai pemeriksaan fisik maka hewan Qurban diberi label sehat,” pungkasnya. (DK.Com)

Penulis: RH

Editor: Lukman

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.