Target Sukseskan Pilkada, KPU Kota Balikpapan Gelar Rakor

Thoha : Partisipasi Masyarakat Harus Tinggi

DETAKKaltim.Com, BALIKPAPAN : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) di Aula KPU Kota Balikpapan, dengan dihadiri seluruh stakeholder terkait. Di antaranya Bawaslu, Kesbangpol, TNI, dan Polri, Senin (27/7/2020).

“Rapat hari ini membahas untuk mensukseskan Pilkada tahun ini, tentunya partisipasi masyarakat harus tinggi, penyelenggaraan harus betul-betul aman serta damai,” kata Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha usai Rakor.

Namun satu hal yang perlu diketahui, kata dia lebih lanjut, secara administrasi tidak ada kendala. Dan dengan sejauh mungkin melakukan komunikasi-komunikasi yang bagus dengan Bawaslu, Kepolisian, Kejaksaan, dan TNI, guna membangun sinergitas.

“Secara spesifik Bawaslu melakukan pengawasan di tingkat bawah, yang sedang melakukan pemutakhiran data pemilih,” imbuhnya.

Berbicara soal instrumen pengawasan, menurut Ketua KPU, ia sendiri tidak tahu apa yang sedang dilakukan pengawas di tingkat bawah. Dan apa yang harus dilaporkan, sama sekali tidak diketahui. Sehingga yang terjadi mereka meminta data kepada Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), dan ternyata dari Bawaslu sendiri ada instrumen tentang pelaporan-pelaporan. Dan pelaporan itu bisa mengakses seperti halnya terkait dengan isu terkini, dengan kemungkinan calon tunggal.

“Perlu diketahui rekan semua, bahwa masih ada teman-teman penyelenggara yang belum mengetahui tentang calon tunggal. Sementara di luar atau di masyarakat pahamnya kotak kosong, ini yang harus diluruskan. Bahwa terminologi kotak kosong di PKPU dan Undang-Undang tidak ada yang ada namanya calon tunggal,” jelas Thoha.

Thoha kemudian menjelaskan, bentuknya adalah surat suara. Terdapat dua kolom, yang satu kolom ada gambarnya dan satu kolom berikutnya kosong (tidak ada gambarnya).

“Jangan sampai dipersepsikan menggunakan 2 kotak. Tetap menggunakan 1 kotak jika nanti kemungkinan terjadi calon tunggal,” jelas Thoha.

Baca juga : KPU Balikpapan Gelar Rakor dengan Dinas Kesehatan

Sepuluh hari pertama setelah dievaluasi petugas di bawah sudah mencapai target 44% dalam melaksanakan Coklit, menurutnya, ini adalah prestasi kerja yang baik. Jika diberi waktu 30 hari, berarti sudah dapat dipastikan targetnya insya Allah sepuluh hari yang kedua sudah terealisasi.

“Untuk masuk di aplikasi prosesnya panjang, untuk kendala di lapangan sendiri itu pasti ditemukan hal-hal yang berbeda-beda. Syukur alhamdulillah semua berjalan lancar, dan tetap menjaga kesehatan serta ikuti prosedur Covid-19,” tandasnya. (DK.Com)

Penulis : Roni S

Editor   : Lukman

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.