Bus Karyawan Tambang Kecelakaan, 19 Luka-Luka

Tabrakan dengan Mitsubishi Triton

Kapolsek : Kondisi Kendaraan Ringsek dan Sopir Kejepit

DETAKKaltim.Com, KUTAI TIMUR : Bus jemputan karyawan tambang PT Darma Henwa mengalami kecelakaan saat mengangkut karyawan tambang PT Darma Henwa usai shift malam. Kejadian naas itu terjadi di Jalan Poros Bengalon-Sangkulirang Kilo 14.000 Desa Sepaso, Kutim. Bus karyawan tambang itu tabrakan dengan Roda 4 Mitsubishi Triton 125, Selasa (3/6/2020).

Kecelakaan terjadi sekitar Pukul 06:00 Wita. Bus bernomor Polisi N 7011 UE tersebut kehilangan kendali saat supir Bus karyawan melaju dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba dari arah yang berlawanan ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi pula, sehingga supir hilang keseimbangan dan berusaha menghindar.

“Bus Bagong dengan membawa penuh karyawan yang pulang datang dari arah CH 14.000 dengan kecepatan agak tinggi, dan setibanya di TKP dengan kondisi sisi kanan kiri jalan raya longsor (jurang) datang kendaraan Roda Empat Triton dengan kecepatan agak tinggi juga, dan tabrakanpun tak terhindarkan,” ungkap Kapolsek Bengalon AKP Zarma Putra, Selasa (30/6/2020).

Ia menambahkan, setelah kedua kendaraan itu baku hantam yang mengakibatkan kendaraan Triton dari arah Bengalon jatuh ke jurang jalan sebelah kiri lajurnya, dengan kondisi kendaraan ringsek dan sopir terjepit. Sedangkan Bus Bagong jatuh ke jurang sebelah kiri lajur dengan kondisi Bus ringsek, dan penumpangnya luka-luka.

“Kondisi kendaraan ringsek dan sopir kejepit, sedangkan Bus yang mengangkut karyawan jatuh ke jurang dengan kondisi bus ringsek dan penumpang luka-luka,” paparnya lebih lanjut.

Head of HR PT Darma Henwa Yadi Indra membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia mengakui, kecelakaan telah menimpa Bus pengangkut karyawan PT Darma Henwa, tadi pagi.

Yadi menjelaskan, Bus yang berisi 21 penumpang karyawan PT Darma Henwa itu bertabrakan dengan mobil jenis LV. Bus Bagong dengan Nopol N 7011 UE berwarna putih tersebut terlibat adu banteng dengan Triton Nopol KT 8603 YH. Yang dikendarai oleh Syainuddin (30) karyawan PT Darma Henwa, dan sopir Triton Sopiyan (28) karyawan PT Djarum.

“Kecelakaan itu terjadi ketika ada mobil yang melaju dari arah berlawanan. Mobil itu datang dari jalur berlawanan sehingga tabrakan tak terhindarkan, dan kedua kendaraan tersebut terguling masuk jurang,” ungkap Yadi.

Baca juga : Kecelakaan, Mobil Bak Terbuka Hajar Rombong Pedagang Bakso

Yadi menerangkan, atas kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Dari 21 penumpang 19 di antaranya mengalami luka ringan hingga luka berat,  diperkirakan perusahaan mengalami kerugian material sebesar Rp150 Juta.

“Total 21 orang yang ada di Bus, 19 luka-luka semua karyawan itu baru pulang kerja habis shift malam. Kedua sopir itu mengalami luka berat dan dirujuk ke RS SOCH, juga RSUD Kudungga Sangatta,” tutupnya. (DK.Com)

Penulis: RH

Editor: Lukman

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.