Direktur PDAM TTB Kutim Tepis Menaikkan Tarif

Minta Warga Tetap Bijak Gunakan Air

Suparjan : Sampai Saat Ini Masih Ada Subsidi Rp200 Ribu

DETAKKaltim.Com, KUTAI TIMUR : Desas desus adanya kenaikan tarif PDAM di Kutai Timur terhadap pelanggan, langsung ditepis perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan air minum itu. Direktur PDAM TTB Kutim Suparjan meminta masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan air selama pandemi Virus Corona terjadi.

Hal itu perlu dilakukan masyarakat, kata Suparjan, terutama pelanggan PDAM Tirta Tuah Benua mengingat saat ini banyak aktivitas masyarakat yang dilakukan di rumah, sesuai dengan anjuran Pemerintah mengenai physical distancing.

Guna meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Virus Corona saat ini, PDAM TTB membebaskan tagihan air kepada pelanggan selama 2 bulan terakhir.

“Sampai saat ini masih ada subsidi Rp200 Ribu, jika tagihan air di bawah Rp200 Ribu maka gratis. Namun jika tagihan di atas Rp200 Ribu maka pelanggan tinggal membayar kelebihannya,” ungkap Suparjan saat dikonfirmasi, Jum’at (5/6/2020).

Dia mengingatkan masyarakat untuk tidak terkejut saat membayar tagihan pada bulan selanjutnya. Bahkan, ia menilai tagihan pada bulan selanjutnya dapat meningkat.

“Dengan kondisi saat ini, saya prediksi penggunaan air alami peningkatan. Ya, karena hampir kebanyakan masyarakat melakukan aktivitas di rumah, dan kita dianjurkan untuk sering-sering mencuci tangan,” jelasnya.

Ia menegaskan, PDAM tidak pernah naikan tarif secara diam- diam. Penyebab tagihan air naik disebabkan ada peningkatan pemakaian air pelanggan, hal ini yang kurang disadari oleh pelanggan.

“Kita bicaranya harus pakai data, kita akan selesaikan kasus per kasus atas keluhan pelanggan, tanpa data kami sulit memberi jawaban dan solusinya,” sambungnya.

Suparjan memaparkan, pada pembayaran air periode bulan April 2020 untuk kategori pelanggan rumah tangga 1, 2 dan 3 sebanyak 23.955 KK diberikan secara gratis.

“Setelah ada evaluasi dan atas saran dan masukan dari beberapa stakeholder maka pada pembayaran air bulan Mei 2020 untuk kelompok pelanggan Sosial Khusus 1, 2 dan usaha kecil, (tempat ibadah, yayasan sosial, rumah sakit, warung kecil, kios kecil) diberikan gratis. Namun untuk pembayaran air pada bulan Juni 2020 diberikan subsidi Rp200 Ribu,” paparnya.

Diakui Suparjan memang tidak semua pelanggan PDAM TTB mendapat bantuan keringanan pembayaran air, seperti kelompok pelanggan niaga besar, industri, dan instansi pemerintah.

“Memang ada dampak dari pemberian bantuan pembayaran tagihan air gratis itu, yaitu pelanggan cenderung pemakaian airnya meningkat dan ditambah himbauan dari pemerintah untuk stay at home, work from home, sering cuci tangan, mandi dan cuci pakaian setelah keluar rumah. Hal ini pasti memerlukan air yang banyak tak seperti hari biasanya, namun kita harus mengecek kasus per kasus pemakaian air pelanggan hingga menyebabkan harga air PDAM melonjak,” kata Suparjan.

Terkait dengan kebijakan pemerintah yang menggratiskan tagihan air 2 bulan terakhir, ia tetap meminta kepada masyarakat pelanggan PDAM untuk bijak dalam menggunakan air.

“Ya, walaupun gratis, tapi jangan menggunakan air semaunya, tentu tetap harus bijak,” pungkasnya. (DK.Com)

Penulis: RH

Editor: Lukman

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.