Dampak Yang Ditimbulkan COVID-19 Ekonomi Indonesia Menjadi LESU!

COVID-19 yang sering disebut dengan Virus Corona yaitu Virus yang sedang merajalela di berbagai negara termasuk Indonesia. Virus yang semakin hari bertambah angka pasien yang terkena virusnya, terakhir terdapat 18.496 pasien positif Corona, sebanyak 4.467 pasien sembuh Corona,dan kematian pasien 1.221 jiwa. Para Ilmuwan juga sedang berupaya untuk mendapatkan vaksin Corona yang aman untuk manusia.

Virus Corona yang mengganggu kesehatan ini juga menimbulkan banyak dampak untuk setiap sektor dan masyarakat. Khususnya di sektor perekonomian, banyak perekonomian masyarakat yang menurun karena dampak dari Virus Corona. Mengapa demikian? Karena penyebaran virus yang semakin hari semakin bertambah korban, membuat berbagai lapangan pekerjaan mengalami pengurangan pendapatan sehingga membuat perusahaan (lapangan pekerjaan) harus melakukan tindakan PHK ataupun merumahkan karyawan. Dan banyak juga para pedagang yang hanya mendapat penghasilan dari berjualan yang menutup dagangannya karena mengalami kerugian akibat sepi pelanggan. Bukan hanya dari dunia usaha melainkan sektor industri, pariwisata, penerbangan, transportasi, dan lainnya juga merasakan dampaknya. Dan banyak masyarakat yang menjadi pengangguran akibat kehilangan pekerjaan dan mengalami kemiskinan.

Bagaimana perekonomian Indonesia saat ini?, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan skenario dari dampak Virus Corona. Dengan realisasli pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2020 yang tertekan di level 2,97%, Sri Mulyani pun menilai skenario berat yang pemerintah terapkan, yaitu pertumbuhan ekonomi sebesar 2,3% hingga akhir tahun menjadi skenario optimistis. Pemerintahpun menetapkan skenario sangat berat dengan perekonomian Indonesia yang hanya tumbuh 0,4% hingga akhir tahun untuk skenario berat, bendahara Indonesia menjelaskan pemerintah proyeksi akan terjadi peningkatan penduduk miskin sebanyak 1,89 jiwa dan angka pengangguran  baru sebanyak 2,92 juta. Sri Mulyani juga menjelaskan jika skenario berat dan sangat berat kemiskinan bisa bertambah 4,86 juta dan pengangguran 5,23 juta.  Pemerintah telah merancang langkah -langkah untuk melakukan pemulihan kembali yang mempengaruhi Perekonomian Nasional baik dari sisi penawaran atau sisi permintaan.

Presiden Joko Widodo dan Pemerintah daerah juga sudah berupaya agar Virus Corona ini tidak berkembang pesat dan tidak menambah jumlah pasien positif Corona. Dengan menerapkan kepada semua masyarakat agar melakukan Social Distancing dan Physical Distancing, Work From Home (WFH), dan menghentikan kegiatan belajar mengajar di kelas. Tetapi penerapan itu tidak akan berfungsi dengan baik jika masyarakat tidak mendapat kedasaran diri untuk melakukannya menjaga kebersihan dan kesehatan, tidak berkeluaran rumah jika tidak diperlukan, dan lainnya. (*)

Penulis                 : Dewi Mariana Pertiwi

Mahasiswi           : Universitas Muhammadiyah Malang

Jurusan                 : Akuntansi

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.