BPKAD Bontang Upayakan Tak Ada Utang Tahun 2020

Amiluddin : Semua Kegiatan Yang Sudah Terlaksana Bisa Terbayarkan 

DETAKKaltim.Com, BONTANG : Indonesia sedang mengalami masa-masa sulit di tengah wabah pandemi global Covid-19. Bukan hanya kesehatan yang terancam, namun perekonomian di Indonesiapun ikut terguncang.

Hal itu berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari masing-masing daerah. Mengingat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengharuskan beberapa pelaku usaha tak bisa menjalani usahanya dengan normal.

PAD sangat berdampak pada APBN dan APBD. Apalagi, harga minyak dunia saat ini mengalami penurunan yang tentu dirasakan dampaknya bagi daerah penghasil dan pengolah Migas, salah satunya Kota Bontang.

Terlebih, adanya SKB 2 Menteri yang mengharuskan daerah merasionalisasi anggaran daerahnya untuk penanganan Covid-19. Seperti Pemerintah Kota Bontang yang melakukan refocusing APBD Bontang Tahun Anggaran 2020 senilai Rp500an Miliar.

“Saat ini APBD Bontang hanya senilai Rp 1,1 Triliun,” jelas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bontang, Amiluddin, Senin (18/5/2020).

Karena APBD Bontang berkurang dari prediksi awal Rp1, 6 Triliun, kini hanya Rp1,1 Triliun. Sehingga beberapa kegiatan ada yang tak bisa dilaksanakan. Meski demikian, BPKAD Bontang memiliki prinsip agar semua kegiatan yang sudah terlaksana, bisa terbayarkan semuanya.

“Prinsipnya akhir tahun kami berupaya agar tidak punya utang. Semua kegiatan baik aspirasi dewan, kegiatan rutin, dan kegiatan Pemkot Bontang diupayakan dilakukan pembayaran,” ujarnya.

Amiluddin menyebut Banggar dan TAPD Bontang sudah sepakat agar Pemkot tidak memiliki utang di akhir tahun. (DK.Com)

Penulis : Cinhue

Editor   : Lukman

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.