Antisipasi Penyebaran Covid 19, Dua RT Berlakukan Local Lockdown

Yaya : Kami Ambil Langkah Untuk Melakukan Penutupan Ini

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Meski sempat menuai pro dan kontra warga Jalan Gunung Marbabu Gang BDN dan Gang Serdan, RT 02 dan RT 03 Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu, terkait penutupan akses jalan, akhirnya disepakati untuk menutup jalan tersebut, Selasa (7/4/2020).

Penutupan akses jalan tersebut berlaku sejak Senin kemarin sampai kondisi benar – benar aman kembali. Alhasil, selain warga setempat tidak diperbolehkan keluar masuk secara bebas, hal itu berlaku juga pada Ojek Online (Ojol) yang kerap mengantar penumpang hingga ke depan rumah, maupun pengantaran makanan tidak diperbolehkan lewat.

Langkah ini diambil oleh Ketua RT 02 dan RT 03 sesuai kesepakatan bersama warganya untuk memutus penyebaran Covid – 19 yang kian bertambah, khususnya di Wilayah Kota Samarinda. Terlebih penutupan ini juga berkaitan dengan viralnya di media sosial adanya seorang suster di Rumah Sakit  Dirgahayu, yang diduga meninggal akibat Covid – 19 meski berita tersebut belum jelas kepastiannya.

Namun penutupan ini adalah salah satu langkah untuk mengantisipasi penyebaran Covid – 19, lantaran akses bagi warga yang hendak berpergian ke RS Dirgahayu menggunakan angkot melewati Jalan Gajah Mada, biasanya melawati Gang BDN atau Gang Serdan.

“Ya kami sudah izin dengan pihak kelurahan dan Babinsa untuk melakukan penutupan, karena kemarin sempat viral di Medsos terkait RS Dirgahayu, maka kami ambil langkah untuk melakukan penutupan ini,” Jelas Yaya Juarsa, Ketua RT 02.

Selain warga yang ingin memasuki area RT 02, RT 03, pendataan pemantauan terhadap warga – warga yang baru saja datang dari berpergian juga terus dilakukan oleh pihak Ketua RT masing – masing. Dari data yang ada RT 02 memiliki 26 KK, sementara RT 03 memiliki 155 KK yang terus dipantau.

“Di sini ada 26 KK, dan semua terus kita pantau. Terlebih jika ada pendatang akan kita usahakan untuk mengecek kesehatan sebelum masuk ke kampung kami,” tambahnya.

Di sisi lain pihak Ojol yang kebetulan mengantar pesanan pada customer-nya, tidak merasa keberatan dengan adanya penutupan ini.

“Ya kami ikut porsedurnya aja, kalau memang nggak bisa lewat ya nggak papa. Orangnya aja keluar, yang penting yang mana baiknya aja buat orang banyak, dan saya berharap wabah Virus Corona ini segera berlalu,” ujar Rafi Ojol.

Penutupan akses jalan ini diharapakan bisa memutus mata rantai penyebaran Covid – 19 di Samarinda, terlebih saat ini pasien yang dinyatakan Positif terpapar Covid – 19 semakin bertambah yakni sebanyak 4 orang. (DK.com)

Penulis : Mashardiansyah

Editor   : Lukman

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.