Harga Gula Melambung, Wali Kota Samarinda Sidak Distributor

Jaang : Kami Juga Kaget Mendengar

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Jika dalam beberapa pekan ini stok di distributor sudah berdatangan, namun harga Gula masih tinggi, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang akan mengkaji untuk melakukan operasi pasar langsung ke RT-RT, seperti tragedi Bawang Putih tahun lalu.

“Kita akan kaji ini kalau memang tidak mau turun. Info dari distributor memang dari Jawa sudah mahal. Tapi kita akan melakukan investigasi dan melakukan langkah-langkah agar bisa menekan harga gula,” ucap Wali Kota seusai inspeksi mendadak (Sidak) Sembako di pergudangan bersama unsur Forkopimda, Senin (30/3/2020) siang.

Tampak dalam Sidak Sembako itu Dandim Samarinda Kolonel Kav Tomi Kaloko Utomo, unsur Kejaksaan Negeri, Polresta, dan unsur Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Samarinda.

Sebagai pemegang tropi penghargaan TPID dari Presiden RI, Jaang tentunya tak ingin kenaikan Gula ini berlarut-larut, sehingga meminta dukungan dari Dandim dan Kapolresta.

“Kami juga kaget mendengar tingginya harga gula curah. Di distributor aja sudah Rp850 Ribu lebih per zak atau Rp16 Ribuan per kilo. Di pengecer sampai Rp19.500. Tapi stok masih ada bahkan yang dalam perjalanan juga segera tiba,” ungkap Jaang.

Memang dalam Sidak tadi di Gudang Bulog Beras aman hingga 4-5 bulan ke depan, sementara Gula kosong dan dalam perjalanan sebanyak 5.000 ton.

Sedangkan di UD Dermaga, stok beras mencukupi hingga 1 minggu sebanyak 219 ton lebih dan dalam perjalanan sebanyak 288 ton. Sedangkan Gula stoknya 400 ton dan akan segera masuk di minggu pertama April sebanyak 250 ton.

Artinya, lanjut Jaang, melihat Sidak ini kesiapan pangan di Kota Samarinda masih cukup.

“Untuk kenaikan harga di Beras tidak ada. Harga Gula tadi akan terus kita pantau. Insya Allah warga jangan panik dan menimbun,” pungkas Jaang. (*/DK.Com)

Editor  : Lukman

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.