Anggaran Rp5 Miliar, DPRD Kutim Pertanyakan Pelaksanaan Porkab

Arfan : Seluruh Cabor Memiliki Hak Untuk Dibina

DETAKKaltim.Com, KUTAI TIMUR : Sejumlah Cabang Olahraga (Cabor) yang ada di Kutim merasa heran dan mempertanyakan pelaksanaan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Kutim I.

Pertanyaan itu menyeruak lantaran sejumlah Cabor  yang ada di Kutaim tidak semuanya diikutkan dalam Porkab I. Padahal sejatinya Porkab yang bakal digelar itu adalah sebagai ajang pembinaan maupun pencarian atlet berprestasi, sehingga bisa memajukan dunia olahraga di Kutim.

Namun dalam pelaksanaan event akbar itu hanya akan mempertandingkan 8 Cabor dari lebih 50 Cabor yang ada di Kutai Timur. Yakni, Sepak Bola, Pencak Silat, Atletik, Bulu Tangkis, Voli, Sepak Takraw, Catur dan Tenis meja.

Cabor yang tak diikutkanpun merasa kecewa dan mempertanyakan, hingga badai protespun berdatangan dari Cabor yang tidak diikut sertakan. Alhasil, DPRD Kutai Timur menggelar hearing dengan mempertemukan Dinas Pemuda dan Olahraga Kutim sebagai pelaksana, Koni Kutai Timur sebagai induk olahraga, serta perwakilan pengurus Cabor di Kutim untuk membahas tentang rencana pelaksanaan kegiatan yang bakal menelan anggaran Rp5 Miliar tersebut.

Hearing digelar di ruang Panel I DPRD Kutim, Senin (24/2/2020) sore.

Wakil Ketua II DPRD Kutim Arfan yang memimpin pertemuan berharap, apa yang direncana bisa berjalan dengan lancar dan tetap mempersatukan seluruh insan olahraga di Kutim. Ia tak ingin ada perpecahan dan seteru antara Koni, Dispora dan Cabor.

“Kalau ini bagian dari pembinaan, tentu seluruh Cabor memiliki hak untuk dibina. Maka itu, kita cari solusinya dalam pertemuan ini, bagaimana Cabor yang ada bisa bergabung dan anggarannya juga ditambah,” kata Arfan.

Iapun tak memungkiri, beberapa Camat ada yang mengeluh padanya saat Musrenbang lalu. Karena dibebankan biaya mengirim atlet, akomodasi dan lain-lain.

“Dari beberapa Camat, ada yang Curhat pas Musrenbang, dimana kami ambil anggaran ini pak,” ujar Arfan.

Maswar Mansyur, Ketua Komisi D dari Fraksi Golkar justru mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran Rp5 Miliar tersebut. Pasalnya, anggaran tersebut dinilainya sangat besar untuk pertandingan 8 Cabor saja.

Wakil Sekretaris I Koni Kutim Abdul Karim mengatakan, 8 Cabor itu hasil monitoring dan evaluasi tim Koni Kutim ke 18 kecamatan. Bahwa hanya olahraga itulah yang kerap dipertandingkan di kecamatan.

“Sehingga dipilihlah delapan cabor tersebut. Selain anggaran yang sangat minim, kalau untuk mempertandingkan sekitar 20 Cabor,” ujarnya. (DK.Com)

Penulis : RH

Editor  : Lukman

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.