Mahasiswa Berau Desak Bupati, Ancam Duduki Asrama

Rijal : Kami Akan Gelar Aksi Lanjutan

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Sejumlah mahasiswa asal Berau yang tengah menuntut ilmu di berbagai Universitas di Samarinda berunjuk rasa di depan Kantor Penghubung/Mess Asrama Berau, di Jalan Pangeran Hidayatullah, Kelurahan Pelabuhan, Samarinda Kota, Jum’at (21/02/2020) sekitar Pukul 14:00 Wita.

Unjuk rasa ini dipicu adanya salah satu mahasiswa bernama Muhammad Bahar dari Asrama Putra 1 Berau dikeluarkan tanpa sebab yang jelas. Pihak pengelola asrama mengeluarkan surat edaran Nomor : 013/005/Pwk-II/2020 tanggal 17 Februari 2020, perihal perintah untuk tidak tinggal di Asrama Putra oleh Kepala Kantor Penghubung/Mess Berau di Samarinda.

Hal ini menuai pertanyaan bagi mahasiswa Berau yang menimba ilmu di Kota Samarinda, yang sangat bergantung pada asrama tersebut. Terhitung saat ini ada sekitar kurang lebih 22 mahasiswa yang masih aktif belajar dan tinggal di asrama tersebut.

Dalam unjuk rasa ini mahasiswa Berau melayangkan tiga tuntutan yakni :

  1. Mendesak Bupati dan Wakil Bupati Berau untuk mengganti Kepala Kantor Penghubung/Mess Berau yang ada di Samarinda.
  2. Mendesak Kepala Kantor Penghubung/Mess Berau di Samarinda untuk mundur dari jabatannya.
  3. Mendesak permohonan maaf Kepala Kantor Penghubung/Mess Berau kepada seluruh warga Asrama Berau yang ada di Samarinda.

“Seharusnya sebelum mengeluarkan statement warga kami dikeluarkan ada pertemuan dan mengeluarkan SP 1, SP 2 hingga surat pengeluaran. Hari ini kami menyatakan sikap, kami merasa dikucilkan, dianak tirikan, lantaran kami datang bertemu orang tua kami, namun tidak ada yang menyambut kami sebagai anak untuk menengahi permasalahan ini,” jelas Rijal, Korlap aksi beserta sejumlah mahasiswa yang menilai pengurus asrama adalah orang tua saat menimba ilmu di Kota Samarinda.

Cukup lama para mahasiswa ini berorasi sebelum akhirnya dipersilahkan masuk untuk bertemu Perwakilan Pemerintah Kabupaten Berau bernama Ibnu, namun dari pertemuan tersebut belum mendapat titik terang dari pemasalah ini.

“Belum ada kesimpulan dari hasil pertemuan ini,” kata Ibnu kepada Wartawan DETAKKaltim.Com usai pertemuan.

Rijal pun menambahkan, jika tuntutannya tidak mendapat respon dari pihak Kantor Penghubung/Mess Asrama, maka para mahasiswa akan kembali menggelar aksi serupa.

“Kami akan gelar aksi lanjutan. Apa bila 2X24 jam tuntutan kami tidak ditanggapi, maka kami akan menduduki Kantor Penghubung/Mess Asrama ini,” tegas Rijal. (DK.com).

Penulis : Mashardiansyah

Editor   : Lukman

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.