Insiden Batubara Tumpah ke Laut, Komisi III DPRD Kaltim Geram

DPRD Kaltim

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Kejadian tumpahan Batubara yang diakibatkan oleh jebolnya dinding ponton pada satu pekan lalu di wilayah perairan Muara Berau, kembali membuat geram anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur yang dalam hal ini di bidangi oleh Komisi III.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang dialami oleh Kapal Tongkang Telaga Makmur 15 yang bergandeng dengan Kapal Karya Star 33 tersebut, tetap membuat Komosi III meminta untuk segera mengusut perkara.

Ketua Komisi III Kaltim Hasanuddin Mas’ud memberikan respon atas kejadian tersebut, bahwa dampak dari insiden tumpahan Batubara ialah lingkungan.

Hasanuddin Mas’ud. 

“Batubara tumpah sebanyak itu sudah barang pasti akan mencemarkan laut ya. Kita juga belum tahu berapa kedalaman di sana. Tapi yang jelas ikan-ikan di sekitar dan biota laut lainnya pasti mati tu,” kata Hasan kepada awak media, Senin (23/12/2019).

Selain geram, Hasan juga menyayangkan tindakan KSOP yang dianggap teledor terhadap syarat otoritas ketentuan dalam melakukan kegiatan seperti bongkar muat Batubara.

“Insiden itu akibat kelalaian KSOP, itu jelas. Itu ponton sudah tidak layak operasi, kenapa lolos untuk digunakan melakukan pengerjaan. Kita semua bisa lihat kan di video yang viral soal insiden itu, kelihatan itu ponton dindingmya sudah seperti berkarat,” terang Hasan.

Atas kejadian tersebut, Komisi III meminta pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) bersama Pelabuhan Indonesia (Pelindo) agar bertanggung jawab, memberi penjelasan terkait tumpahnya Batubara di perairan Muara Berau.

“Secepatnya akan kami panggil KSOP, nanti di RDP kita minta kronologi kejadiaan insiden jebolnya sisi kapal yang mengangkut Batubara sehingga Batubara dan alat beratnya tumpah ke laut,” pungkasnya. (DK.Com)

Penulis : Nina

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.