Perangi Narkoba, DPRD Kaltim Siap Bantu Anggaran BNNP

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya’qub menyampaikan, secara prinsip siap memberikan dukungan bantuan keuangan kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba di Kaltim.

Namun untuk mendapatkan bantuan anggaran tersebut, BNNP Kaltim perlu lebih dulu memaparkan program kerja kepada DPRD Kaltim.

“Kita minta diberi rincian kegiatannya. Biar bisa kita lihat yang mana bisa kita masuki, supaya bisa kita dorong,” kata politisi PPP ini di DPRD Kaltim, Selasa (17/12/2019).

Dari semua program yang disampaikan bisa melalui kerja sama program. Seperti sosialisasi ke sekolah-sekolah, BNNP bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim.

“Bantuan anggaran bisa saja melalui hibah atau bantuan keuangan. Nanti kita lihat, otoritasnya seperti apa, kemudian kita lihat dari aspek aturan keuangannya seperti apa, yang mana bisa kita nyantol nanti itu,” kata Rusman.

Mengambil contoh dari data LIPI Universitas Indonesia yang menyebutkan tahun ini Kaltim masuk dalam urutan Keempat peredaran Narkoba tertinggi secara nasional, dan data prevalensi atau kecenderungan penyalahgunaan Narkotika tertinggi ditempati kalangan pelajar dan mahasiswa, Rusman mengatakan ini sebuah pekerjaan rumah yang besar.

“Ini tentu menjadi PR besar bagi kita bersama, bahwa tingkat penyalahgunaan Narkoba di Kaltim sudah sangat menghawatirkan. Sehingga perlu dukungan semua pihak agar Kaltim terhindar dari persoalan Narkoba,” jelasnya.

Kepala BNNP Kaltim Brigjen Pol Raja Haryono pada kesempatan itu mengatakan, upaya yang paling baik dalam menanggulangi penyalahgunaan Narkoba adalah melalui upaya pencegahan. Baik itu pencegahan primer, sekunder maupun tertier.

“Pencegahan itu seperti penyuluhan tentang bahaya Narkoba, penerangan melalui berbagai media tentang bahaya Narkoba, serta pendidikan tentang pengetahuan Narkoba dan bahayanya,” ungkap Raja.

Pemahaman masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa mengenai seluk beluk Narkoba akan membawanya bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk.

“Sosialisasi itu fungsinya untuk memberikan pemahaman mengenai seluk beluk Narkoba, pemanfaatannya, penyalahgunaannya, dan dampak buruk dari Narkoba itu seperti apa,” kata Raja Haryono.

Diketahui, minimnya anggaran di BNNP Kaltim tahun ini membuat kegiatan sosialisasi pencegahan bahaya laten Narkoba nyaris tidak terdengar. (DK.Com)

Penulis : LVL

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.