Fender Jembatan Mahakam Ditabrak, Ananda Moeis : Semua Harus Disiplin

DPRD Kaltim

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Ananda Emira Moeis, anggota Komisi III DPRD Kaltim sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait insiden penabrakan Fender Jembatan Mahakam, yang menghadirkan Pelindo IV Samarinda dan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) di Kantor DPRD Kaltim, Senin (25/11/2019).

Ditemui di ruang kerjanya sehari kemudian, Nanda dengan suara pelan namun terdengar geram sangat menyayangkan terjadinya insiden terhadap akses vital di Kota Samarinda pada hari Minggu (17/11/2019) itu. Iapun menegaskan harus ada sanksinya, minimal biaya ganti rugi.

“Jangan sampai nanti kayak,” kata Nanda tanpa melanjutkan kalimatnya namun memberikan isyarat seperti yang terjadi pada jembatan di Tenggarong, roboh beberapa tahun lalu.

Nanda sepertinya tidak habis pikir mengapa insiden itu bisa terjadi, ada surat izin dari KSOP tapi tidak sampai ke Pelindo yang betugas memandu kapal yang akan melintas di bawah Jembatan Mahakam. Padahal itu online untuk meminta jasa Pandu.

“Semua harus disipilin,” tegas Nanda meski dengan suara pelan.

Rencana tindak lanjut setelah RDP ini, kata Nanda lebih lanjut, DPRD bersepakat meminta pihak Kepolisian untuk menindak lanjuti melalui proses hukum. Namun Nanda belum mengetahui siapa yang nanti akan melaporkan secara resmi kasus yang dinilainya menyangkut keselamatan orang banyak.

“Belum dibicarakan lagi,” tandas Nanda.

Dalam RDP disampaikan BPJN XII, total penabrakan Fender Jembatan Mahakam terhitung sejak tahun 2016 hingga 17/11/2019 minggu lalu, sudah terjadi sebanyak 16 kali oleh Kapal Tongkang.

“Ini sudah 16 kali penabrakan, sanksi tegas apa yang diberikan oleh KSOP atau Pelindo IV kepada pemilik kapal?. Sampai hari ini kami tidak tahu apakah mereka sudah melakukan ganti rugi,” papar Ketua Komisi 3 Hasanuddin Mas’ud selaku Pimpinan Komisi. (DK.Com)

Penulis : LVL

Leave A Reply

Your email address will not be published.