Menuju Pileg-Pilpres, Siswa SMK Perawat Dididik Jadi Pemilih Cerdas

DETAKKaltim.Com, SANGATTA : Komis Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Timur kian gencar menggelar sosialisasi menjelang Pemilu 2019 dengan menyasar segmen pemilih muda dan pemula. Kali ini, KPU Kutai Timur mendatangi SMK Perawat Singa Geweh, Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Jum’at (19/10/2018) Pukul 09:00 Wita.

Melalui program KPU goes to School, sosialisasi ini diikuti 50 pelajar Kelas 3 berlangsung di sebuah ruang kelas sekolah tersebut.  Anggota KPU Kutai Timur Sayuti Ibrahim saat itu menyampaikan materi sosialisasi kepemiluan juga menyisipkan materi pendidikan pemilih.

Kegiatan KPU goes to School, menurutnya, bertujuan untuk memberikan pendidikan pemilih bagi pelajar SMA/SMK atau sederajat. Sebab mereka sudah memasuki usia 17 tahun dan memenuhi syarat untuk didaftar sebagai pemilih pemula.

“Mereka dididik menjadi pemilih cerdas yakni bisa memahami kepemiluan dengan baik dan menggunakan hak pilihnya, bukan karena politik uang tapi dengan melihat visi, misi, program dan trackrecord calon,” kata komisioner Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat ini.

Dikemukakan pula, pentingnya sosialisasi pemilu dengan menyasar siswa SMA/SMK Kelas 3 agar bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu dihelat 17 April 2019 nanti. Sebab jumlah pemilih pemula, kata dia, memiliki potensi sekitar 20 persen dari jumlah daftar pemilih di Pemilu 2019.

Karena itu, sosialisasi ke sekolah maupun ke kampus perguruan tinggi harus dimaksimalkan untuk mendongkrak tingkat partisipasi pemilih di Pemilu.

“Tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Kutai Timur 2015 paling rendah di Indonesia untuk kategori kabupaten mencapai 48,42 persen. Kemudian Pilgub Kaltim 2018 hanya diangka 46.66 persen. Saya mengajak semua pelajar menggunakan hak pilihnya sebagai bentuk partisipasinya di Pemilu. Dengan begitu, Anda sudah ikut dalam menentukan nasib bangsa lima tahun mendatang ke arah lebih baik,” paparnya.

Di akhir materi, disisipkan pula pesan moral kepada pelajar agar mewaspadai praktik politik uang, politisasi SARA dan ancaman berita atau informasi hoax di media sosial.

Berita terkait : Menuju Pileg-Pilpres, Relasi Bentuk Gerakan Peduli Demokrasi

“Materi pendidikan pemilih bertujuan untuk membangun kesadaran pemilih agar mereka lebih peduli dengan pentingnya Pemilu. Sedangkan pesan moral sangat penting agar mereka dapat terhindar dari segala macam praktik kecurangan terutama politik uang,” terangnya.

Adapun jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Hasil Perbaikan sebanyak 224.609 pemilih terdiri laki-laki 121.606 jiwa dan perempuan 103.003 jiwa. Untuk jumlah tempat pemungutan suara (TPS) sebanyak 963 tersebar di 141 desa atau kelurahan di 18 kecamatan. (mc/kpu/LVL)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!