BI Ajak Beralih ke Kartu GPN Demi Efisiensi dan 2 Alasan Lainnya

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Muhammad Nur, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur, mengajak nasabah bank untuk beralih ke Kartu Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) saat menggelar jumpa pers di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Kaltim, Jum’at (19/10/2018) sore.

Di hadapan sejumlah awak media, dengan didampingi perwakilan dari Bank Mandiri, Indrawan M Putra dan Zodiak SA, Bankaltimtara, Hairuzman, Bashir Alhamdani, Bobby D, Dedy Apriadi, dari Bank Syariah Bukopin, Farhan K, dari Bank Arta Graha, Henny Wahyuni, dari Bank Central Asia (BCA), Tjiong Cie Ye, dan Ignasius Sabdo dari CMB Niaga, ia mengatakan penggunaan sistem pembayaran ini bertujuan untuk melakukan efisiensi, keamanan, dan kedaulatan.

Menurut Muhammad Nur, kartu pembayaran non tunai ini sudah diluncurkan sejak April 2018 meski untuk di Kaltim baru akan di-lauching Minggu (21/10/2018). Salah satu keuntungan menggunakan Kartu GPN adalah memudahkan transaksi di merchandise di dalam negeri tanpa dikenai lagi biaya administrasi. Karena bisa digunakan di mesin pembayaran semua jenis bank.

Pelayanan penukaran kartu ATM lama dengan Kartu GPN dimulai hari Senin tanggal 22-26 Oktober 2018 di tiga tempat masing-masing Kantor Bank Indonesia, Taman Samarendah, dan Balai Kota Samarinda. Persyaratan mengganti kartu lama ke Kartu GPN adalah membawa kartu ATM lama, buku tabungan, dan fotocopy KTP.

Meski tetap dibebankan biaya administrasi jika melakukan transaksi antar bank semisal transfer, jelas Muhammad Nur lebih lanjut, namun dengan Kartu Perbankan lama masyarakat hanya bisa bertransaksi di merchandise yang mempunyai mesin sesuai dengan bank penerbit kartu. Atau jika melakukan transaksi di mesin di merchandise dari bank yang tidak sama dengan bank penerbit kartu dikenai biaya tambahan, maka dengan Kartu GPN masyarakat bisa bertransaksi di semua jenis mesin pembayaran di merchandise tanpa dikenakan biaya.

“Jadi lebih memudahkan masyarakat ketika melakukan pembayaran non tunai dan lebih efisien. Karena tidak ada lagi dikenakan biaya tambahan karena faktor mesin pembayar tidak sama dengan kartu yang dimiliki masyarakat,” jelas Muhammad Nur.

Keuntungan lain dari penggunaan Kartu GPN, lanjut Muhammad Nur, adalah servernya sudah milik Bank Indonesia sehingga perbankan tidak perlu lagi mengeluarkan biaya fee ke pihak asing di luar negeri. Kemudian data transaksi nasabah lebih aman, karena dikelola bangsa sendiri, bukan lagi orang asing.

“Kartu GPN membuat kita jadi berdaulat dalam melakukan transaksi dan pengamanan data nasabah,” tandasnya.

Meski telah memiliki sejumlah keunggulan, namun saat ini masih ada menyisakan sedikit kelemahan yang belum teratasi bagi pemegang Kartu GPN. Saat nasabah berkunjung ke luar negeri, kartu GPN ini belum bisa digunakan di sana. Sehingga bagi masyarakat yang sering bepergian ke luar negeri bisa mempunyai  kartu lama dan Kartu GPN ini. (LVL).

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!