Pilgub Kaltim, Kepala Adat Suku Dayak Tiga Kecamatan Dukung Paslon Nomor 4

DETAKKaltim.Com, TENGGARONG : Menjelang hari pemilihan Gubernur Kaltim, kejutan muncul di Kutai Kartanegara. Para kepala adat Suku Dayak yang ada di 3 Kecamatan, masing-masing Kembang Janggut, Kenohan dan Kota Bangun, sepakat “menitipkan” Kaltim untuk dipimpin Rusmadi-Safaruddin.

Pasangan calon nomor 4 yang menurut beberapa lembaga survei bakal memenangkan Pemilihan Gubernur pada 27 Juni 2018, mendapat energi baru dari warga Dayak.

“Kami menitipkan Kaltim untuk dipimpin Pak Rusmadi dan Pak Safaruddin,” ujar Kiham, Kepala Adat Dayak di Desa Kelekat, mewakili rekan-rekannya saat berjumpa dengan Cawagub Irjen Pol (Purn) Safaruddin di Hotel Grand Elty (Singgasana), Jalan Pahlawan, Kota Tenggarong, Kabupaten Kukar, Minggu (3/6/2018) sore.

Tokoh-tokoh Dayak yang hadir berasal dari daerah pedalaman Kabupaten Kutai Kartanegara. Selama ini mereka mengaku hanya melihat dan mengenal Paslon nomor urut 4 Rusmadi-Safaruddin melalui media dan Baleho yang terpampang di jalan-jalan kampung dan Kota. Mereka belum pernah bertemu, sehingga ada keinginan untuk menyampaikan secara langsung aspirasi dari warga Desa mereka.

Tokoh adat yang terdiri dari Kepala Adat Dayak ini merapatkan barisan untuk memberikan dukungan kepada pasangan calon nomor urut 4, setelah menyimak program semua calon Gubernur. Dari 4 calon yang bertanding, menurut warga Dayak, hanya nomor 4 yang pas di hati.

Alasannya, warga Dayak perlu mendapat jaminan keamanan dan keberlangsungan usaha pertanian maupun berladang. Mereka percaya pasangan Rusmadi – Safaruddin mampu menjadi pemimpin mereka.

Selain Kiham sebagai Kepala Adat Dayak Desa Kelekat, juga Kibin Kepala Adat Dayak Desa Bukit Layang, dan Felifus, Kepala Adat Desa Pulau Pinang.

Untuk Kecamatan Kenohan, Pordi Kepala Adat Dayak Desa Teluk Bingkai, Pundi Kepala Adat Desa Lamin Pulut, dan Yohanes, Kepala Adat Desa Lamin Telihan.

Sedangkan Kecamatan Kota Bangun, ada Kardin Kepala Adat Desa Nangka Tujuh, Anton Kepala Adat Desa Kedang Murung.

Safaruddin sendiri mengaku sangat senang bisa bertemu dengan para sesepuh warga Suku Dayak. Jika akhirnya menjatuhkan pilihan ke Paslon nomor 4, menurut mantan Kapolda Kaltim ini, hal tersebut mencerminkan sikap rasional dari tokoh-tokoh warga Dayak.

“Kalau selama ini bapak hanya melihat saya di Baleho, sekarang bisa ketemu secara langsung,” ujar Safaruddin kepada para tokoh Dayak itu.

Suasana silaturrahim berlangsung penuh keakraban, di mana berbagai keluhan mereka satu persatu  disampaikan kepada mantan Kapolda Kaltim ini, agar kelak apabila  menjadi pemimpin di Benua Etam bisa ditindaklanjuti.

Dari berbagai permasalahan itu, ada 2 yang utama disampaikan mereka kepada Safaruddin.

Pertama soal aktifitas tambang Batubara yang kerap merusak lahan mereka dan lingkungan. Kedua soal Kebun Sawit Plasma, di mana masyarakat sekitar kurang mendapat manfaat dengan adanya kebun Kelapa Sawit tersebut.

Menanggapi hal ini, Safaruddin berjanji akan mencarikan solusi terbaik atas permasalahan tersebut. Menurutnya, Perusahaan Tambang Batubara tidak bisa dibiarkan merusak lingkungan apalagi sampai mengusik lahan warga.

“Kita harus duduk satu meja untuk mencarikan solusinya. Saya pikir masyarakat tidak boleh lagi jadi penonton,” tegas Safaruddin.

Dalam masalah ini, kata Safaruddin, masyarakat harus menikmati yang namanya pembangunan.

Perusahaan harusnya bisa sejalan dengan warga sekitar. Jangan malah sebaliknya mengambil keuntungan, sementara masyarakat tidak dapat manfaat dari keberadaannya.

“Perusahaan boleh saja dibela, tapi masyarakat juga harus diperhatikan,” tandasnya. (LVL)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.