Kapolda Kaltim Jadi Khotib, Berpesan Hindari Ghibah

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Jama’ah Shalat Jum’at di Masjid Al Ma’ruf Jln dr Soetomo yang terletak di simpang empat Mall Lembuswana Samarinda, dikejutkan dengan kedatangan sejumlah anggota Polisi beserta perlengkapan lengkap menjelang Shalat Jum’at (20/1/2017).

Di sana ada jajaran Kepolisian dari Polresta Samarinda, Polsek, serta personel Brimob Polda Kaltim dengan persenjataan lengkap. Bahkan sejumlah kendaraan Kepolisian juga tampak terparkir di sekitar masjid, mulai dari bus hingga mobil Penyuluhan Binmas.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. (foto:MS77)

Kehadiran aparat berseragam coklat tersebut ternyata untuk menyambut dan melakukan pengamanan terhadap kedatangan Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin, yang tengah melaksanakan safari Jum’at di masjid tersebut. Tidak hanya mengikuti shalat Jum’at, namun Kapolda juga menjadi khotib saat itu.

Tanpa canggung, Jenderal berpangkat Bintang Dua itu menyampaikan ceramahnya di hadapan ratusan jama’ah shalat Jumat. Bahkan di antara jama’ah ada Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Eriadi, Rektor Unmul Masjaya, BNNP Kaltim Sofyan Syarif, dan Dandim 0901.

Dalam ceramahnya, Kapolda berpesan untuk meninggalkan pergunjingan maupun ghibah yang kerap dilakukan, guna mencari-cari kesalahan orang lain.

“Janganlah menggunjing satu dengan lainnya,  karena sudah jelas dalam Al Qur’an, sama dengan memakan daging saudara sendiri yang telah meninggal. Tentu kalian merasa jijik, maka tinggalkanlah, minta ampun dan bertaubatlah,” ucap Safaruddin dari mimbar.

Selain itu, ia juga menyinggung tentang perkembangan teknologi yang semakin meroket maju. Disebutkannya, seperti yang kita ketahui bahwa pesatnya perkembangan teknologi juga diikuti banyak orang yang menyalah gunakannya, contohnya seperti media sosial (medsos) yang tidak digunakan sebagaimana mestinya.

Medsos lebih banyak digunakan sebagai sarana penebar kebencian, serta menjelek-jelekan orang lain. Ini seharusnya yang harus dihindari, sebab bisa memecah persatuan ummat dan lebih dari itu memecah persatuan bangsa.

“Pergunakan medsos untuk menjalin silaturrahmi, dan saling menghargai satu sama lain. Bukan untuk saling membicarakan aib orang lain, dosa besar itu,” pesan Safaruddin. (MS77)

Leave A Reply

Your email address will not be published.