Pemerintah Respon Resah Petani, Namun Baru 7 Harga Komoditi

*** Pengendalian Impor

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA: Impor yanag dilakukan pemerintah terhadap komoditi pangan seperti diketahui telah meresahkan para petani dan nelayan, karena kebijakan pembukaan kran impor yang dilakukan  oleh pemerintah,  dengan  alasan   untuk menjaga ketahanan pangan Nasional,  sesungguhnya telah menjadi  bumerang bagi  kehidupan para petani, karena harga hasil tani  malah  menjadi anjlok.

Menanggapi hal ini, Winarno Tohir  selaku Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Jum’at (23/9/2016) menjelaskan bahwa, sesungguhnya kegiatan  impor telah dilakukan oleh pemerintah sejak zaman Sukarno,  di mana meski produksi naik  pada saat tersebut, namun kebutuhan akan makan lebih  banyak.

Kondisi tersebut terjadi  hingga saat ini. “Dengan kondisi seperti ini maka harus diimbangi  dengan  peningkatan kebutuhan produksi serta perluasan areal dan mengurangi alih fungsi lahan,” terang Winarno.

Oleh karena itulah maka Winarno menyarankan,  agar pemerintah jangan membuka impor begitu saja karena akan mematikan  para petani yang harus  bersaing dengan  komoditi pangan impor.

Berita terkait : Pemerintah Impor Pangan Matikan Petani, Sesepuh KTNA Kecewa

Resah dari petani tersebut  menurut Winarno telah direspon oleh pemerintah dengan keluarnya Peraturan Menteri Perdagangan, yakni  Permendag Nomor 76/2016  tentang pengendalian harga atas dan harga bawah komoditi pangan.

“Walaupun baru tujuh harga  komoditi yang dikendalikan, yakni  Beras,  Jagung, Kedelai, Daging, Bawang, Cabe, dan Gula. Di mana dengan pengendalian, maka   harga  komoditi   pangan akan dijaga  agar  jangan sampai  naik ataupun jatuh,”  pungkas  Winarno  (*MY)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.