Pemerintah Impor Pangan Matikan Petani, Sesepuh KTNA Kecewa

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Impor besar – besaran kebutuhtan pangan yang dilakukan oleh pamerintah saat ini menuai rasa kecewa para petani, khususnya dari  sesepuh pendiri Kontak Tani Andalan (KTNA). Hal ini dikatakn HM Djuhiya pendiri KTNA kala ditemui di sela-sela acara Rembuq KTNA di Samarinda Convention Hall, Jum’at (23/9/2016).

Djuhiya menyatakan bahwa  meski telah pupus, tapi masih ada kesempatan kembali ke swasembada pangan, atau kedaulatan pangan. Dan bukannya ketahanan pangan, seperti yang dilakukan pemerintah dengan melakukan impor di mana-mana.

“Pemerintah kurang support terhadap para petani, karena dengan melakukan impor maka  menjatuhkan harga komoditi di tingkat petani. Kurang daging, kurang bawang diatasi dengan cara impor, padahal semua dapat diatasi dengan cara petani dibina, diberi bibit,” jelas Djuhiya.

Menurutnya, ada yang salah di sini, pemerintah gampang melakukan impor adalah suatu kesalahan.

“Padahal kita mampu, tapi  kenapa pemerintah tidak  memperhatikan petani?” lanjut Djuhiya heran.

Masih menurut Djuhiya, meski KTNA telah berusaha “menyadarkan” pemerintah  untuk  tidak melakukan kebijakan impor dengan bertemu DPR RI  namun hasilnya mentok.

“Contohnya saja Indonesia Negara dengan pantai terbesar di dunia, malah beli garam dari luar. Musim panen, pemerintah malah impor, ini yang bikin hancur petani,” keluh Djuhiya.

Hal inilah kiranya yang harus diperjuangkan oleh KTNA, lanjutnya, menjadi landasan dan tujuan berdirinya KTNA pada 25 September 1971 silam. Yakni ingin memajukan petani Indonesia,  meningkatkan produksi  tani menuju swasembada pangan yang telah berhasil dicapai oleh Indonesia pada tahun 1986 di zaman pemerintahan  Suharto.

“Saat tersebut petani diperhatikan, yang berbicara adalah petani, sehingga  petani bisa menyampaikan kebutuhannya dan dipenuhi oleh pemerintah. Sedangkan saat ini terbalik, pemerintah yang banyak bicara,  banyak pidato kebijakan dan petani  tak dapat  bersuara,” kecam Djuhiya.  (My)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.