Rock In Borneo Didorong Tingkatkan PAD dan Industri Kreatif

DETAKKaltim.Com, TENGGARONG : Gelaran Rock In Borneo (RIB) yang dilaksanakan akan pada 26 Maret 2016 di Lapangan Panahan, Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang, Kalimantan Timur akan didorong untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Stadion Madya Aji Imbut dan Rondong Demang Dinas Pemuda dan Olahraga Kukar, akan memaksimalkan pengelolaan parkir pada saat pelaksnaan RIB.

“Pengelolaan parkir termasuk retribusinya, akan kami maksimalkan guna menambah PAD,” ujar Kepala UPT Stadion Madya Aji Imbut dan Rondong Demang H Erwin Renaldi, Rabu (23/3/2016).

Menurut Erwin, dengan dikelola lebih maksimal, pihaknya optimistis dapat ikut meningkatkan PAD melalui retribusi parkir. Pasalnya, event musik tahunan yang dilaksanakan di Tenggarong Seberang tersebut selalu menyedot puluhan ribu penonton, yang diikuti banyaknya kendaraan masuk area komplesk olahraga Aji Imbut.

“Hal ini merupakan keinginan Pemkab yang mengingkan peningkatan PAD melalui memaksimalkan pengelolaan aset daerah,” ujarnya.

koordinasi (1)
Event Manajer RIB, Akbar Haka saat rapat koordinasi bersama unsur keamanan dan intsnasi terkait lainnya. (foto:HA)

Sementara, Event Manajer Rockin Borneo Akbar Haka mengatakan, sesuai keinginan Rita Widyasari yang merupakan Eksekutif Produser RIB, bahwa event musik rock tersebut dilaksanakan untuk menumbuhkembangkan ekonomi kreatif masyarakat dan peningkatan PAD.

“Bunda (sebutan untuk Rita) memang mengadakan event ini untuk memancing industri kreatif masyarakat dan peningkatan PAD, salah satunya bisa melalui retribusi parkir,” ujarnya.

RIB tahun ini akan menghadirkan grup musik Michael Learns To Rock (MLTR), yang merupakan salah satu band bergenre Modern PopRock era 90-an yang begitu familiar lagu lagunya bagi penggemar musik di Kalimantan. Konser ini bisa disaksikan tanpa harus membeli tiket alias gratis.

MLTR yang merupakan band asal Denmark  saat ini menyisakan 3 personel yakni, Jascha Richter (Lead vocal/Keyboards), Mikkel Lentz (Guitar/vocal) dan Kare Wanscher (Drummer). Sedangkan Soren Madsen (Bass) telah hengkang pada tahun 2000 untuk bersolo karir dan posisinya digantikan oleh Troels Skjaerbaek pasca Tour Asia 2012.

Sejak 2012, KRF berhasil mencatat sejarah musik di Kukar setelah sukses mendatangkan band aliran trash metal tersohor Internasional asal Brazil, Sepultura. Kemudian 2013 mendatangkan Helloween asal Jerman, lalu 2014 menghadirkan Testament asal Amerika Serikat, disusul Firehose yang datang ke Tenggarong pada 2015 tadi. Kemudian tahun ini melalui Rockin Boreno, Tenggarong akan kedatangan MLTR. (HA)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.