Hapkido Seni Bela Diri Asal Korea Mulai Merambah Kaltim

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Bagi insan Olah Raga di Indonesia, seni bela diri seperti Karate, Judo, dan sejenisnya mungkin sudah sangat familiar. Tapi, ternyata ada satu lagi bela diri berasal dari Korea yaitu Hapkido, yang ini masih kedengaran asing di telinga.

Makna Hapkido sendiri adalah seni hidup harmonis. Di mana, bela diri ini sangat dinamis dan eklektik yang mana ini adalah bentuk pertahanan diri yang memaknai teknik-teknik kuncian (joint locks) bergulat (graplling) dan berbagai teknik bela diri seperti tendangan (kicks), pukulan (punches), lemparan (throwing) dan serangan sabetan serta tusukan (striking).

“Hapkido merupakan bela diri yang melatih kesabaran dan kedisplinan. Jadi berbeda dari bela diri lainnya,” ujar Master Vincentius Yoyok Suryadi sebagai Founder Hapkido Indonesia, Sabtu (12/3/2016) di BC Food Jalan Pelita, Samarinda.

Dalam Hapkido juga menggunakan berbagai senjata tradisional, termasuk pisau, pedang, tali, tongkat panjang maupun pendek yang bervariasi dalam penekanannya tergantung keperluan. Jadi bisa dikatakan Olah Raga bela diri Hapkido  merupakan seni bela diri yang komplit.

Hapkido juga menekankan gerakan melingkar, pengalihan kekuatan dan kontrol lawan. Praktis berusaha mendapatkan keuntungan melalui gerak kaki dan posisi tubuh untuk menggabungkan penggunaan pengaruh pengungkitan (untuk mengatur posisi lawan tak seimbang) dan menghindari kekuatan dihadapi dengan kekuatan.

“Untuk di Indonesia Hapkido sudah hadir 3 tahun lalu. Namun, baru 2 tahun belakangan ini dikenal masyarakat,” ucap Yuli Prastomo selaku Leader Hapkido Balikpapan yang juga Komisi Teknik Pengcab Hapkido Balikpapan.

Diterangkan Yuli, untuk Indonesia sendiri baru hadir di 23 Provinsi dan minggu depan menjadi 24 Provinsi. Ke depannya pun Hapkido akan bergabung di KONI Pusat.

“Semoga awal tahun depan di 2017 sudah bergabung di KONI Pusat dan untuk penambahan 1 provinsi tersebut di Aceh,” pungkasnya. (S2)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.