Musyawarah Ke 7 KKSS Kaltim, Andi Jamaro : Berhenti BerKKSS

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Mantan Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kaltim Andas P Tanri, Luther Kombong dan sederet nama tokoh KKSS lainnya seperti Wakil Gubernur Mukmin Faisyal, mantan Walikota Samarinda Waris Husein, mantan Ketua KPU Kaltim Jaffar Haruna, Rektor Unmul Masjaya, pengusaha kondang H Sarapping Beddu, H Akil Mappeasse hadir dalam pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) KKSS Kaltim Ke 7 yang dihelat di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Jum’at malam tadi (26/2/2016).

Mengawali sambutannya pada Muswil yang bertema Membanguna Kaltim Dalam Kebersamaan, Wakil Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) KKSS Andi Jamaro langsung mengingatkan, filosofi  berdirinya KKSS sebagaimana petuah nenek moyang adalah mari bersatu, saling tolong menolong dan saling mengingatkan jika ada yang keliru. Saling mengangkat dan tidak saling menjatuhkan, terus menerus hingga membuahkan hasil yang baik.

“Kalau kita hadir di tempat ini hanya mengajak para pejabat, pengusaha, politisi. Maka berhentilah berKKSS. KKSS baru bisa ada maknanya jika kita bisa menyapa saudara kita yang ada di pinggir laut, yang berdagang di pasar-pasar, tukang-tukang klotok. Baru punya arti KKSS ini kalau menyentuh itu dan mendengarkan aspirasinya. Kalau yang hadir di sini, sudah ada yang mengurus. Bahkan sudah ada yang mampu mengurus yang lain. Kehadiran KKSS baru ada maknanya kalau kita bisa mengentaskan dan membantu saudara-saudara kita yang ada di pinggir-pinggir sana,” tegas Andi Jamaro yang mendapat tepuk tangan meriah ratusan hadirin yang memenuhi salah satu ruangan di Hotel Senyiur.

ANDI-JAMARO-KKSSIsran Noor hadir di pembukaan Muswil KKSS (3 kiri). Andi Jamaro (5 kanan). (foto :LVL)

Lebih lanjut dijelaskannya, KKSS merupakan gabungan 4 suku yang ada di Sulawesi Selatan. Makassar, Bugis, Mandar, dan Toraja. Keempat suku ini memiliki derajat yang sama.

“Tidak ada klassifikasi di sini, keempat etnis ini adalah derajatnya number one (nomor satu-red) di KKSS. Jangan ada yang mencoba-coba menganggap bahwa ada derajatnya kelas satu ada yang kelas dua,” tegas Andi Jamaro lagi.

Andi Jamaro juga mengungkapkan, angka warga KKSS di seluruh Indonesia mencapai 16 juta orang. Lebih banyak dibandingkan dengan penduduk Sulawesi Selatan sendiri yang baru berjumlah 9 juta jiwa.

“Empat suku ini, Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja sudah mencapai 25 juta. Itu berarti 10 persen penduduk negeri ini,” bebernya.

Masih menurut Andi Jamaro, di berbagai tempat, warga KKSS bisa diterima masyarakat karena memiliki 4 hal. Pertama, jujur, kedua giat, ketiga berani dan keempat karena pintar.

“Empat kriteria ini menyebabkan kita diterima di mana-mana,” jelasnya.

Andi kemudian berharap siapapun yang terpilih menjadi pemimpin KKSS ke depan untuk memperbaiki niatnya. Kalau niatnya menjadi ketua hanya untuk membawa KKSS berpolitik, berhenti. Kalau niatnya untuk membawa KKSS untuk berdagang, berhenti.

“Tapi Kalau ingin membawa KKSS bersinergi melahirkan politisi hebat, di sini tempatnya. Membawa KKSS bersinergi bersama yang lain-lain melahirkan pengusaha hebat, di sini tempatnya.” tandas Andi.

Andipun mengingatkan agar KKSS bisa membangun sumber daya manusia ke depan melalui pendidikan. Karena menurutnya, pendidikanlah yang akan membuat seseorang menjadi hebat.

Muswil ke 7 KKSS Kaltim yang turut dihadiri Ketua KKSS Kalimantan Selatan akan berlangsung hingga tanggal (28/2/2016). Sejumlah nama telah mencuat sebagai kandidat yaitu, H Alimuddin sebagai calon petahana, HM Muksmin Faisyal, Andi Sofyan Hasdam, dan H Ridwan Tassa.

Dari isu yang berkembang di arena pembukaan, peluang H Alimuddin untuk tetap menjabat sebagai Ketua Badan Pengurus Wilayah KKSS Kaltim masih terbuka lebar.  (LVL)

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.