“Disuntik” Dana Insentif Rp 5,5 Miliar untuk P3K, BPKAD Tunggu BKPSDM

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni di hadapan ribuan pegawai honorer beberapa waktu lalu. (foto : hms)

Amiluddin : Anggaran Itu Ada Tahun Ini

DETAKKaltim.Com, BONTANG : Pemerintah Kota Bontang mendapat suntikan Dana Insentif Daerah (DID) dari pusat senilai Rp5,5 Miliar di tahun 2020 ini. Dana tersebut sudah dialokasikan pada rencana seleksi honorer Bontang untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bontang Amiluddin. Disebutkan mantan Sekretaris KPU Bontang itu, memang ada anggaran untuk P3K dari pemerintah pusat.

“Tapi dari informasi Badan Kepegawaian, Pelatihan, Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bontang masih menunggu petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) nya,” terang dia, Jum’at (7/2/2020).

Mereka (BKPSDM, Red), lanjut Amiluddin, belum tahu anggaran itu digunakan kapan. Sehingga masih tersimpan dengan aman.

“Anggaran itu ada tahun ini. Tinggal bagaimana menghadirkan P3K itu sendiri,” ujarnya lebih lanjut.

Sebelumnya, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan bahwa ia menolak rencana MenPAN-RB yang hendak menghapus tenaga honorer baik di pusat juga di pemerintah daerah. Pasalnya, Neni hendak mengangkat para tenaga honorer Bontang yang sudah mengabdi lama untuk menjadi P3K. Pengangkatanpun dilakukan secara bertahap mulai tahun 2020 ini.

“Harapannya di pertengahan tahun sudah terdapat Juknis penyelenggaraan seleksi P3K bagi pemerintah daerah. Karena kami (pemerintah, Red) telah menyiapkan anggaran DID bagi para P3K senilai Rp5,5 Miliar,” tutupnya. (DK.Com)

Penulis : Mega

Editor   : Lukman

 

0 Comments

    Leave a Comment

    Login

    Welcome! Login in to your account

    Remember me Lost your password?

    Lost Password