Rapat Paripurna DPRD Rayakan HUT Ke-63 Kaltim, Isran : Angka Kemiskinan Turun

Rapat Paripurna DPRD Kaltim dalam rangka perayaan HUT Ke-63 Provinsi Kaltim. (foto : LVL)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Rapat paripurna DPRD Kaltim digelar di ruang utama Kantor DPRD Kaltim dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Ke-63 Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (8/1/2020).

Dalam sambutannya, Gubernur Kaltim Isran Noor menyampaikan, tema ulang tahun Kaltim tahun ini adalah Kalimantan Timur Berdaulat untuk Indonesia Maju, mengandung makna  pemerintah dan rakyat Kaltim berjuang membangun secara berdaulat yang hasilnya sebesar-besarnya untuk rakyat Kaltim.

“Namun kita juga berkomitmen untuk berkontribusi membangun dan terus bekerja serta berkarya untuk bangsa dan negara, sehingga dapat mencapai kemajuan dan kejayaan,” kata Isran.

Diusianya yang Ke-63 tahun, kata Isran lebih lanjut, Provinsi Kaltim sudah banyak berubah dan semakin maju. Bahkan dalam 5 sampai 10 tahun ke depan pembangunan di Kaltim akan semakin pesat sebagai dampak positif dari dibangunnya Ibu Kota Negara (IKN) baru Republik Indonesia.

Sejumlah pencapaian Kalimantan Timur hingga saat ini disampaikan Isran Noor pada kesempatan itu. Di tengah perekonomian dunia yang melambat dalam beberapa tahun ini, ekonomi Kaltim justru menjadi provinsi satu-satunya di Pulau Kalimantan yang perekonomiannya tumbuh positif. Bahkan pada Triwulan III 2019 mencapai 6,89 persen atau lebih tinggi dibanding capaian Triwulan III 2018 yang hanya 1,83 persen.

“APBD Provinsi Kaltim Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp11,75 Triliun. Bersama DPRD Kaltim kita harus dapat mengelola APBD dengan sebaik-baiknya untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat,” sebut Isran lebih lanjut.

Pemprov Kaltim, kata Isran, berupaya menghindari mega-proyek dengan biaya APBD, tetapi diarahkan untuk dapat masuk dalam skema pembiayaan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Di tahun 2020 ini, setidaknya ada 4 proyek PSN mulai dikerjakan. Yakni normalisasi Sungai Karang Mumus di Samarinda total anggaran hampir Rp2 Triliun. Kemudian pembangunan Waduk Lambakan di Kabupaten Paser, dan jalan perbatasan sepanjang 280 kilometer yang meliputi Desa Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bangun-Kecamatan Long Pahangai-Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu.

Selain itu, PSN juga diarahkan untuk penyelesaian Bendungan Marangkayu di Kutai Kartanegara. Pembangunan Tol Samarinda-Bontang sepanjang 95 kilometer dengan nilai investasi sekitar Rp11 Triliun. Juga Jembatan Tol Balikpapan-Penajam, dan pembangunan Bendungan Sungai Wain untuk mengurangi beban Waduk Manggar dan Bendungan Teritip dalam menyuplai air baku di Balikpapan.

“Terhadap proyek-proyek pembangunan yang sudah selesai, diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya seperti Bandara Internasional APT Pranoto, Jembatan Mahkota II dan Jembatan Mahakam IV atau Jembatan Kembar di Kota Samarinda. Termasuk Jalan Tol Samarinda-Balikpapan yang sudah diresmikan Presiden Joko Widodo, meskipun baru mencapai 66 kilometer hingga Gerbang Tol Samboja,” harap Isran.

Kinerja pembangunan Provinsi Kaltim 2019 juga terlihat dari menurunnya tingkat kemiskinan sebesar 0,12 persen dari sebanyak 222,39 ribu penduduk miskin atau (6,06 persen) dan meningkatnya Indeks Pembangunam Manusia (IPM) mencapai 75,83 atau peringkat ketiga secara Nasional setelah DKI Jakarta dan DI Yogyakarta.

“Untuk itu, Pemprov Kaltim juga terus berkomitmen meningkatkan SDM, pembukaan lapangan kerja baru dan pemberian Beasiswa Kaltim Tuntas. Tahun 2019 dana tersalur Rp149,9 Miliar atau melebihi target realisasi 107,9 persen dengan 13.332 orang penerima,” bebernya.

Perayaan HUT Ke-63 Kalimantan Timur di gedung wakil rakyat tersebut diwarnai aksi berbalas pantun antara Gubernur dengan Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK. (DK.Com)

Penulis : LVL

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password