Meski Penderita Meningkat Korban HIV/AIDS Menurun, Neni : Fenomena Gunung Es

Wali Kota Bontang, dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.Og. (foto : LVL)

DETAKKaltim.Com, BONTANG : Meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Bontang yang terungkap pada seminar yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang ditanggapi Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Jum’at (15/11/2019).

“Kasus HIV/AIDS  bagaikan fenomena Gunung Es, tampak sedikit tapi sesungguhnya banyak,” kata Neni dalam pesan WhatsApp-nya kepada DETAKKaltim.Com.

Menjawab pertanyaan terkait meningkatnya penderita HIV/AIDS di Bontang, menurut Neni, semakin bagus dan meningkatnya kwantitas penyuluhan kepada masyarakat, terkhusus masyarakat rawan sosial yang dicurigai, semakin banyak kasus yang muncul.

Untuk menahan laju peningkatan penderita HIV/AIDS ke depan, Neni menjelaskan, Pemkot Bontang menyiapkan fasitas VCT (Voluntary Conseling Test) gratis untuk deteksi apakah positif HIV. Dan setelah terdeteksi positif, para penderita diberi ARV (antiretroviral) supaya tidak menjadi HIV/AIDS.

“Dan Alhamdulillah yang sudah didiagnosis HIV positif, sepanjang hidup sehat, makan obat ARV insya Allah akan sehat,” jelas Neni.

Hal ini bisa dilihat di Kota Bontang, saat ini terlihat dengan jumlah yang meninggal karena AIDS mengalami penurunan setiap tahun. Tahun 2018 ada 5 orang yang meninggal dunia, tahun ini tercatat 3 orang.

Sejumlah kebijakan yang diambil Pemkot Bontang untuk menahan laju peningkatan penderita HIV/AIDS di Bontang, kata Neni lebih lanjut, di antaranya ;

  1. Melalui dinas terkait memberikan penyuluhan tentang HIV/AIDS, pencegahan dan penanganannya.
  2. Memberikan Bimtek kepada organisasi, pemuka agama, dan lain-lain tentang  HIV/AIDS yang nantinya melalui organisasi dapat memberikan informasi tentang HIV/AIDS.
  3. Mengajak masyarakat untuk gaya hidup yang sehat, Health life style.
  4. Meningkatkan kesadaran kepada kelompok remaja untuk menghindari sex bebas di luar nikah.
  5. Pekerja yang terduga pekerja seks komersial yang rentan terhadap HIV, dibekali ilmu tentang bahaya seks bebas harus gunakan kondom.
  6. Membuka pemeriksaan VCT selain di RSUD, juga di Puskesmas.
  7. Menyiapkan obat ARV dan juga suplemen bagi penderita HIV.
  8. Menyiapkan ruang isolasi di RSUD untuk penderita HIV/AIDS .

“Yang paling penting  masyarakat  harus tahu bahayanya sex bebas yang tidak sehat,” tandas Neni. (DK.Com)

 Penulis : Lukman

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password