KPU Launching Pilkada Balikpapan, Noor : Pembukaan Semua Tahapan

Noor Thoha. (foto : Roni S)

DETAKKaltim.Com, BALIKPAPAN : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan me-launching Pilkada Balikpapan 2020 dengan tema membangun demokrasi, mencari pemimpin yang berintegritas menuju Balikpapan sejahtera, Rabu (9/10/2019).

Kegiatan ini diselenggarakan di Balikpapan Sport and Convention Center dengan dihadiri sekitar 3 ribu lebih undangan, di antaranya Wali Kota Balikpapan, Kapolres Balikpapan, Ketua KPU Provinsi Kaltim, Komisioner KPU Pusat, Panwaslu, OPD, tokoh masyarakat, tokoh adat, pelajar dan TNI.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha menyampaikan, agar masyarakat khususnya di Balikpapan pandai dalam memilih seorang pemimpin yang punya integritas dan wawasan yang luas.

“Dengan diselenggarakannya launching Pilkada 2020, ini adalah pembuka dari semua tahapan Pilkada,” kata Noor Thoha.

Berikutnya, tanggal 26 Oktober KPU akan menetapkan jumlah dukungan minimal calon perseorangan  dengan rumusan yang sudah ada 8,5% dari jumlah DPT.

Setelah jumlah dukungan ditetapkan, lanjut Noor Thoha, maka di akhir Desember masuk Januari calon perseorangan sudah mulai menyerahkan dukungan tersebut.

“Sampai di bulan Maret 2020, akan diverifikasi administrasi. Setelah terverifikasi akan difaktualkan,” kata Noor Thoha lebih lanjut.

Menurutnya, yang paling krusial adalah dukungan perseorangan yang tidak lagi sampling (contoh) dalam faktualnya karena menggunakan metode sensus.

Sistemnya adalah semua pendukung akan didatangi satu persatu. Yang menjadi penekanan untuk calon yang independen harus betul-betul diperhatikan jangan sampai ada yang dipalsukan.

“Jika terdapat pemalsuan maka akan masuk ranah pidana, jika tidak memenuhi jumlah minimal secara otomatis gagal atau gugur,” tegasnya.

Untuk memeriksa satu per satu dukungan KTP warga, KPU akan menggangkat Ketua RT sebagai verifikator.

Wali Kota Balikpapan Haji (H) Rizal effendy mengatakan, bahwa Balikpapan selama ini dalam menjalankan Pilkada berjalan aman tanpa ada keributan.

“Itu artinya masyarakat Balikpapan anti keributan dan cinta kedamaian,” kata Rizal.

Iapun mengigatkan, sekarang ini Balikpapan adalah kota penyangga dari Ibu Kota Negara (IKN). Jangan sampai menjadi penonton.

“Kita harus bisa mengelola kota yang baru ini, meskipun IKN berada di wilayah PPU dan perbatasan Kukar tapi Balikpapan tetap bagian yang terdepan sebagai penyangga Ibu Kota yang baru,” tandasnya. (Roni S)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password