Sisi Gelap IKN Pindah ke Kaltim, Jadi Sasaran Sindikat Narkoba

Keempat tersangka diapit petugas BNN dengan barang bukti yang disita. (foto : hms BNN)
Deputi Penindakan BNN Irjen Pol Arman Depari (4 kanan). (foto : hms BNN)

DETAKKaltim.Com, BALIKPAPAN : Rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kaltim ternyata berdampak pada peredaran Narkoba di Kaltim, khususnya di wilayah Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, dan Kabupaten/Kota di sekitarnya.

Hal ini terungkap dalam pengakuan tersangka sindikat yang tertangkap jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat dan Bea Cukai dengan barang bukti 38 Kg Sabu, Sabtu (5/10/2019).

Menurut keterangan tersangka yang berhasil dikorek tim penyidik, rencana Narkotika akan diedarkan di Samarinda, Kutai Kartanegara, Balikpapan dan sekitar Kaltim. Jaringan ini juga berupaya membuka pasar baru dan menambah pasokan di Wilayah Kaltim, terkait dengan rencana pemindahan Ibu Kota RI ke Kaltim.

Menurut Deputi Penindakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Arman Depari, periode Juli hingga akhir September 2019, sekitar 100 Kg Narkotika telah diamankan petugas di Kalimantan Timur, tidak termasuk pengungkapan kasus dari Kaltara.

“Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pengawasan di wilayah perbatasan kita, baik di wilayah perbatasan darat, mapun perbatasan laut,” kata Arman saat menggelar jumpa Pers di Balikpapan, Senin (7/10/2019).

Lemahnya pengawasan, kata Arman, menjadikan sindikat dengan mudah masuk dan menyelundupkan Narkoba ke Wilayah Indonesia. Meningkatnya suplai mengindikasikan meningkatnya permintaan para pecandu.

Alur penyebaran Narkoba ke wilayah Kaltim dikatakannya berasal dari Tawau Malaysia, masuk Nunukan, Tarakan, Tanjung Selor, Berau, Kutai Timur hingga Samarinda. Dengan tujuan akhir Samarinda dan sekitarnya termasuk Balikpapan, dan Kutai.

Dari 5 orang yang ditangkap petugas BNN bersama Bea Cukai, 4 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka salah satunya berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial (FK) sebagai Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pemadam Kebarakan Kota Tarakan. Ia ditangkap di Rumah Makan 88, Jalan Tepian Langkat, Bengalon, Kutai Timur, dengan barang bukti 38 Kg Sabu.

Ia berperan sebagai kurir, pengendara mobil doubel cabin warna merah dari Tarakan menuju Samarinda, yang membawa dua bungkus karung berisi 38 kemasan Teh Cina berisi kristal putih yang diduga Narkotika jenis Sabu, yang disembunyikan di box sound system di bagasi belakang mobil.

Tersangka kedua berinisial TJ, ditangkap di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, sesaat setelah turun dari pesawat. Ia berperan sebagai pengendali kurir yang menggunakan pesawat rute Tarakan-Samarinda.

Selanjutnya, tersangka ketiga RU ditangkap di SPBU Sambutan. Ia berperan sebagai pembeli, sebagaimana keterangan tersangka FK. Dan tersangka terakhir AS yang ditangkap di Kopi Exelso Big Mall Samarinda. Ia berperan sebagai pembeli, sebagaimana pengembangan keterangan dari FK.

Kronologis penangkapan terhadap tersangka berdasarkan Informasi masyarakat dan hasil penyelidikan, bahwa terdapat peredaran Narkotika jenis jenis Sabu dari Tawau Malaysia dikirim lewat jalur Laut menuju Tarakan, kemudian dikirim ke wilayah Samarinda Kalimantan Timur melalui jalur darat.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) dan Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. (LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password