Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2019, Sukses Implementasikan ISO 50001

GM Operasi 1 Pupuk Kaltim Robert Sarjaka menerima penghargaan di Bangkok. (foto : 1st)

DETAKKaltim.Com, BANGKOK : Pupuk Kaltim raih penghargaan ASEAN Energy Efficiency and Conservation Best Practices Awards 2019 kategori Large Industry, atas keberhasilan Perusahaan dalam mengimplementasikan Sistem Manajemen Energi berbasis ISO 50001 secara berkala. Penghargaan diterima GM Operasi 1 Robert Sarjaka, dalam ajang ASEAN Energy Awards di Bangkok, Thailand, Rabu (4/9/2019).

Penghargaan ini wujud apresiasi sekaligus pengakuan internasional terhadap kesuksesan Pupuk Kaltim yang berhasil melakukan penghematan sebesar US$3,69 Juta dengan jumlah energy saving sebesar 770.745 mmbtu, serta penurunan emisi gas CO2 mencapai 40.896 metrik ton.

Menurut Robert Sarjaka, Pupuk Kaltim konsisten menerapkan sistem manajemen energi berbasis ISO 50001 di seluruh pabrik secara bertahap, diawali sertifikasi Pabrik 3 pada 2017 serta pabrik 1A pada 2018. Upaya tersebut bagian dari roadmap 2017 – 2021, yang digagas Pupuk Kaltim agar implementasi sistem manajemen energi di seluruh pabrik terlaksana bergantian setiap tahun.

Penghargaan ini mengulang kesuksesan Pupuk Kaltim terkait implementasi sistem manajemen energi, setelah penghargaan Clean Energy Ministerial (CEM) Award of Excellence in Energy Management yang juga diterima akhir Mei 2019 di Vancouver, Canada.

“Sistem manajemen energi merupakan kontribusi aktif Pupuk Kaltim dalam penyelamatan lingkungan melalui peningkatan kinerja energi, meningkatkan daya saing dengan pengurangan biaya energi, serta memenuhi persyaratan pelanggan dan ketentuan perundang-undangan,” ujar Robert Sarjaka.

Pupuk Kaltim kata dia, juga berupaya menerapkan efisiensi sumber daya dan proses produksi ramah lingkungan di seluruh aktivitas Perusahaan, di antaranya menggagas mitigasi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang juga dirujuk Kementerian Perindustrian RI untuk penyusunan pedoman Monitoring, Reporting dan Verification (MRV) guna mendorong seluruh industri pupuk di Indonesia mampu menerapkan hal serupa.

Termasuk identifikasi pengelolaan limbah B3 yang mengandung Technologically Enhanced Naturally Occurring Radioactive Material (Tenorm) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Badan Pengawas tenaga Nuklir (Bapeten), untuk mengantisipasi gangguan kesehatan karyawan serta lingkungan sekitar, baik akibat paparan eksternal maupun internal.

“Upaya tersebut juga membawa Pupuk Kaltim meraih penghargaan Industri Hijau 8 kali berturut sejak 2010 dan satu dari 87 perusahaan penerima level 5 di Indonesia dari Kementerian Perindustrian,” tambah dia.

Sesuai roadmap 2017-2021, Pupuk Kaltim memastikan audit sistem manajemen energi terlaksana secara konsisten, sehingga target implementasi ISO 50001 di seluruh pabrik tercapai. Termasuk pengembangan aktivitas industri berbasis lingkungan, melalui penerapan prinsip industri hijau seiring tingginya kepedulian pasar akan kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

“Bagi Pupuk Kaltim, keselarasan antara industri dan lingkungan merupakan salah satu hal yang wajib dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan,” pungkas Robert Sarjaka.

ASEAN Energy Awards merupakan penghargaan tertinggi di Asia Tenggara untuk keunggulan di bidang energi dan diharap menjadi instrumen dalam mempromosikan teknologi Batubara bersih (CCT), efisiensi energi dan pengembangan energi terbarukan untuk berkontribusi terhadap keberlanjutan energi. Termasuk menyediakan mekanisme bagi organisasi untuk terus mencari, membandingkan dan mengakui inisiatif serta praktik terbaik dalam pengembangan energi. (*/vo/nav/LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password