Dijerat Pasal 263 KUHP, Achmad AR Kembali Didudukkan di Kursi Pesakitan

Terdakwa Acham AR AMJ menjalani sidang tanpa didampingi Penasehat Hukum. (foto : LVL)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Majelis Hakim Pengadilan Negeri Samarinda yang dipimpin R Yoes Hartyarso SH MH dengan Hakim Anggota Joni Kondolele SH MM dan Edi Toto Purba SH MH, melanjuktan sidang kasus dugaan pemalsuan surat yang mendudukkan Achmad AR AMJ Bin Musa (alm.) di kursi terdakwa, Rabu (11/9/2019) sore.

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi Cahyadi Guy yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yudhi Satrio Nugroho SH dari Kejaksaan Negeri Samarinda. Saksi dalam kasus ini disebutkan dalam dakwaan JPU dirugikan terdakwa senilai sekitar Rp2 Miliar.

Kerugian tersebut timbul akibat terdakwa menjual sebidang tanah seharga Rp1,9 Miliar milik saksi kepada Lisia di Jalan Kesejahteraan Samarinda dengan pembayaran secara bertahap. Pembayaran pertama dilakukan pada bulan Februari 2015, dengan kesepakatan secara lisan terdakwa akan mengurus surat-surat tanah tersebut hingga sertifikat keluar atas nama terdakwa, yang selanjutnya akan dibuatkan akta jual beli di notaris antara terdakwa dan Lisia.

“Tanda tangan siapa yang dipalsu?” tanya Ketua Majelis Hakim.

“RT,” jawab saksi.

Selain tanda tangan RT yang dipalsukan atas nama Jamaluddin, saksi juga menyebutkan Stempel RT 031 dipalsukan. Namun saat saksi diminta mengenali tanda tangan Ketua RT yang palsu, saksi tidak bisa mengenali.

“Bapak tahu dari mana tanda tangan tadi dipalsukan?” tanya Ketua Majelis lagi.

“Dari RT,” jawab saksi.

“Siapa namanya?” cecar Ketua Majelis.

“Jamaluddin,” sahut saksi.

Stempel disebutkan Ketua RT palsu, jelas saksi, karena tidak ada angka nolnya (0) di depan.

Tanah yang menjadi objek sengketa disebutkan saksi dibeli tahun 1989, sedangkan tanah terdakwa dibeli tahun 2015.

Menjawab pertanyaan JPU, saksi menjelaskan terungkapnya kasus ini ketika saksi ingin memperpanjang Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) di pertanahan tidak bisa dilakukan, karena di situ ada SHGB lain yang tumpang tindih atas nama Achmad AR AMJ. Mengetahui hal tersebut, saksi lalu melaporkannya ke Polisi.

Berita terkait : Berbelit-Belit, Achmad AR Sipemalsu Identitas Divonis Hakim 5 Tahun Penjara

Sejumlah keterangan saksi dibantah terdakwa, namun saksi menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim tetap pada keterangannya.

Terdakwa Achmad AR AMJ yang saat ini tengah menjalani hukuman penjara selama 5 tahun dalam kasus menggunakan surat palsu, sebagaimana diancam dalam Pasal 263 Ayat (2) KUHP pada kasus ini dijerat JPU dengan Pasal 263 KUHP.

Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi Ketua RT 031, Jamaluddin. (LVL) 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password