Dialog Pemindahan Ibukota, Isran : Rugi Besar Jika Kaltim Tidak Dijadikan Ibukota

Gubernur Kaltim H. Isran Noor bersama Rudy Soeprihadi Prawiradinata menjawab pertanyaan awak media. (foto : Roni S)
H.Awang Faroek Ishak, mantan Gubernur Kaltim turut hadir dalam dialog. (foto : Roni S)

DETAKKaltim.Com, BALIKPAPAN : Dialog pemindahan Ibukota Negara di Kaltim yang digagas Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas digelar di Swiss-Belhotel Balikpapan, Rabu (21/8/2019).

Rudy Soeprihadi Prawiradinata yang menjabat sebagai Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementrian PPN/ Bappenas memaparkan segala aspek dan kebutuhan, serta kesiapan yang mantap dengan didukung oleh berbagai faktor untuk menjadikan Kalimantan sebagai Ibukota Negara baru dengan visi (1) Simbol identitas bangsa; (2) Smart, Clean, Beautiful, dan Sustainable; (3) Modern dan berstandar internasional; (4) Tata kelola pemerintahan yang efisien dan efektif.

“Tujuan dipindahkannya Ibukota Negara dan harus pindah keluar Jawa dikarenakan pertumbuhan urbanisasi yang sangat tinggi, dengan konsentrasi penduduk yang sangat besar, kemacetan tinggi dan kualitas udara yang tidak sehat, rawan banjir tahunan, tanah turun, dan muka air laut naik,” kata Rudy.

Gubernur Kalimantan Timur Haji (H) Isran Noor menyampaikan paparannya bahwa, Provinsi Kalimantan Timur memberikan kontribusi yang sangat besar untuk Bangsa dan Negara ini.

“Dilihat dari sumber daya alamnya, sejak zaman dahulu sebelum merdekapun sudah ada dalam bentuk minyak yang dikelola  oleh Borneo Petroleum Maskapij. Sekarang dikelola Pertamina,” kata Isran.

Walaupun setiap tahun kondisi perekonomian Kalimantan Timur rendah pertumbuhannya, kata Isran lebih lanjut, namun kontribusinya untuk menyangga, menahan, bagaimana defisit perdagangan di luar negeri, Kalimantan Timur masih unggul.

“Tidak perlu lagi dipertanyakan akan kesiapan atau tidak siapnya Kalimantan Timur untuk dijadikan Ibukota. Sejak zaman dulu rakyatnya dan pemerintahnya sudah siap, dan di Kalimantan ini ada sejarah besar yang harus dan perlu diketahui bersama. Bahwa Kalimantan adalah kerajaan tertua di nusantara ini, yaitu Kerajaan Kutai,” kata Isran lebih lanjut.

Masih kata Isran, yang paling utama pula Kalimantan sangat jauh dari yang namanya konflik. Berbagai macam suku semua ada, dan kerukunannya antar sesama umat beragama sangat harmonis. Sudah tidak bisa dihindari lagi, dan tidak ada alasan apapun karena semua persyaratan sudah terpenuhi.

“Sangat rugi besar jika Kalimantan Timur tidak dijadikan Ibukota Negara, karena segala persyaratan semua sudah lengkap,” tegasnya.

Dalam acara tersebut hadir sejumlah tokoh masyarakat Kaltim serta instansi pemerintah, baik dari TNI, Kepolisian, Bupati, Walikota, Perguruan Tinggi seluruh Kaltim, dan LSM. (Roni S)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password