Tercatat 1.530 Penderita TBC di Kutim, Dinkes Bentuk Tim PPM

Dinkes Kutim bentuk Koalisi Penanggulangan TBC hadirkan narasumber Kemenkes RI. (RH)

DETAKKaltim.Com, KUTAI TIMUR : Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyebutkan bahwa sejak 2018 lalu angka penderita TBC di Kutim tercatat mencapai 1.530 penderita.

Untuk itu, diperlukan adanya penguatan jejaring layanan dengan melibatkan fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta atau Publik Private Mix (PPM).

Hal tersebut, kata Kadiskes Kutim Bahrani Hasanal, berguna untuk meningkatkan jejaring kerja program TBC di Kutim. Peningkatan angka temuan 2019 ini cukup signifikan dibanding 2018 lalu.

Menurutnya, setelah menggelar kegiatan Sosialisasi Penguatan PPM untuk menekan jumlah yang relatif tinggi. Peningkatan angka temuan, pengobatan bisa dilakukan dari awal penularan atau sumber penderita. Sehingga angka penyebaranpun bisa ditekan.

“Karena sejauh ini, penderita umumnya berobat saja dan tempatnya berobat juga tak melaporkan. Sehingga masih terus ditemukan penderita TBC, meski sudah dilakukan sosialisasi pencegahan di setiap wilayah Kutim,” ungkap Bahrani Hasanal, Rabu (31/7/2019).

Menurutnya, untuk menerapkan PPM tentu diperlukan sosialisasi untuk menghasilkan kesepakatan atau keputusan yang berkekuatan hukum, agar terselenggaranya mekanisme kolaborasi TBC dengan HIV Aids.

Senada dengan Bahrani Hasanal, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Dinkes Kutim Muhammad Yusuf menjabarkan, semakin bertambahnya jumlah pengidap TBC hampir menyeluruh di Indonesia. Timbulnya penyakit seperti kasus TBC MDR (Multi Drug Resisten), TBC HIV AIDS, TB CDM, TBC pada anak dan rentan pada masyarakat. Tentu akan meningkatkan sasaran estimasi kasus insiden TBC di Kutim.

“Untuk menemukan insiden sebesar itu diperlukan penjaringan suspek atau terduga TBC di tengah-tengah masyarakat. Kami butuh dukungan dan kerjasamanya agar mencapai target. Sebenarnya paling utama mengembangkan dan menguatkan mekanisme koordinasi serta kemitraan baik antara pemerintah dengan instansi terkait,” tutupnya. (RH)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password